LONDON (RIAUPOS.CO) - Pelatih kepala Chelsea Enzo Maresca mengatakan bek Manchester United, Lisandro Martínez seharusnya dikeluarkan karena melakukan tekel sembrono kepada Cole Palmer saat imbang 1-1 dalam lanjutan Liga Premier Inggris di Old Trafford, Ahad (3/11/2024).
Pemain Timnas Argentina itu hanya mendapat kartu kuning dari wasit Robert Jones pada menit ketiga waktu tambahan. Dia melakukan pelanggaran terhadap Cole Palmer di mana ia menjegal penyerang muda Timnas Inggris itu dengan lututnya.
Wasit Asisten Video Michael Salisbury meninjau pelanggaran tersebut sebelum mengumumkan bahwa keputusan Jones di lapangan akan tetap berlaku karena, menurut Liga Premier, itu dianggap sebagai "pelanggaran yang sembrono dan bukan pelanggaran serius."
Mantan kapten United Roy Keane yang bekerja di pertandingan tersebut sebagai pakar untuk Sky Sports, mengatakan, "Martinez adalah anak yang beruntung. Itu tekel yang buruk."
Pelatih Chelsea Maresca mengklaim bahwa ia memberi tahu wasit bahwa Lisandro Martinez seharusnya dikeluarkan.
"Mereka [TV] menunjukkan [pelanggaran] itu kepada saya sebelum konferensi pers," kata Maresca kepada wartawan.
"Saya pikir itu sudah cukup jelas bagi kita semua dan mereka [wasit] mengambil keputusan yang berbeda.
"Ketika tidak ada niat untuk mengejar bola dan Anda hanya mengejar pemain, itu kartu merah. Dia [wasit] tidak mengatakan apa-apa, tetapi ketika Anda mengejar pemain atau kaki, tidak ada keraguan tentang keputusan tersebut. Saya pikir sudah jelas itu kartu merah."
Ruud van Nistelrooy, pelatih sementara United, mengatakan dia tidak melihat pelanggaran itu sebagai kartu merah, tetapi mengakui dia belum melihat tayangan ulang insiden itu.
"Saya belum melihatnya," kata Van Nistelrooy.
"Saya melihatnya di pinggir lapangan dan saya tidak melihatnya sebagai kartu merah, tetapi saya harus menontonnya lagi untuk memberikan pendapat."
Maresca, sementara itu, mengatakan bahwa Chelsea sedang menunggu untuk menilai seberapa parah cedera Palmer.
"Dia [Palmer] sedang menunggu di ruang ganti dengan es," kata Maresca. "Kami berharap itu bukan sesuatu yang penting."
Editor : RP Edwar Yaman