BARCELONA (RIAUPOS.CO) - Sejarah itu akhirnya tercipta. Pembalap Pramac Ducati Jorge Martin menahbiskan diri sebagai juara dunia MotoGP 2024. Itu setelah di balapan pemungkas musim ini, yakni GP Solidarity di sirkuit de Barcelona Catalunya tadi malam, dia finis di posisi ketiga.
Hasil tersebut sudah cukup membuat Martinator, julukan Martin, meraih gelar juara dunia pertamanya di kelas para raja. Pasalnya, dia datang di balapan utama sepanjang 24 lap tersebut dengan keunggulan 19 poin atas Francesco Bagnaia.
“Aku tidak bisa berkata apa-apa. Aku begitu emosional,” ucap Martin di parc ferme. “Gelar ini untuk semua orang yang terus mendukungku selama ini. Aku belum puas. Aku semakin bersemangat untuk musim depan,” tambah pembalap asal Spanyol berusia 26 tahun tersebut.
Pecco, panggilan akrab Bagnaia, memang meraih podium tertinggi tadi malam. Namun, raihan poin juara dunia dua musim terakhir itu tidak cukup untuk mengejar poin Martin. Total, Martin mengumpulkan 508 poin. Sementara Bagnaia harus puas gagal meraih gelar juara dunia kali ketiga beruntun. Dia hanya finis di posisi kedua klasemen terakhir dengan 498 angka. “Ini memang harinya Jorge (Martin),” ucap Bagnaia.
“Selamat untuknya. Dia tampil luar biasa sepanjang musim ini. Aku ikut bahagia untuknya,” tambah Pecco.
Martin kini tercatat sebagai pembalap nonpabrikan pertama yang berhasil menjadi juara dunia dalam sejarah era MotoGP. Dia juga menjadi pembalap Spanyol pertama yang yang menjadi juara dunia MotoGP sejak Joan Mir pada 2020. Total sepanjang musim ini Martin meraih 16 podium dalam 20 seri. Menariknya, dia mendapat gelar juara dunia ini hanya dengan 3 kali meraih podium tertinggi. Selebihnya Martin meraih runner up 10 kali dan posisi ketiga dua kali. Sebaliknya, Bagnaia naik podium tertinggi 11 kali sepanjang musim ini.
Hal itu bisa terjadi karena Martin tampil lebih panas di sesi sprint race sepanjang 2024. Total dia menjadi kampiun balapan pendek itu enam kali. Selain itu, enam kali juga dia menjadi runner up pada sesi balapan yang baru diperkenalkan MotoGP pada 2023 lalu tersebut.
Musim depan Martin sudah dipastikan pindah membela pabrikan Aprilia. Itu membuat Aprilia berhak memasang motor nomor 1 tanda juara untuk Martin di MotoGP 2025. Meski, Martin meraih gelar tersebut dengan masih menggunakan motor Ducati. (irr/bas/jpg)
Editor : Rindra Yasin