Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Omid Mengancam, PSPS Pekanbaru Andalkan Kekompakan

Dofi Iskandar • Sabtu, 25 Januari 2025 | 11:48 WIB

Kapten PSPS Pekanbaru Douglas Cruz (kanan) saat berebut bola dengan dua pemain Persiraja dalam pertandingan pertama babak 8 besar Liga 2 di Stadion H Dirmunthala, Banda Aceh, belum lama ini.
Kapten PSPS Pekanbaru Douglas Cruz (kanan) saat berebut bola dengan dua pemain Persiraja dalam pertandingan pertama babak 8 besar Liga 2 di Stadion H Dirmunthala, Banda Aceh, belum lama ini.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Mantan pemain PSPS Pekanbaru yang saat ini membela di PSIM Yogyakarta, Omid Popalzay, mengaku tak sabar untuk menghadapi PSPS dalam laga babak 8 besar Liga 2 musim 2024-2025 di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Ahad (26/1) besok.

“Saya pribadi tidak sabar untuk bermain. Saya harap kami bisa menikmati pertandingan,” ujar Omid.

Ditanya soal target pribadi, Omid mengaku ingin membobol gawang mantan timnya dan menambah pundi-pundi golnya di PSIM Yogyakarta.

Pertandingan ini menurutnya akan berjalan sengit, mengingat kedua tim sama-sama berambisi meraih kemenangan, dan sama-sama berambisi besar untuk promosi ke Liga 1 musim depan.

Sekretaris PSPS Pekanbaru, M Teza Taufik, mengatakan, Omid mungkin paham karakter permainan PSPS. Apalagi Omid hampir dua musim di PSPS. Terakhir, pemain timnas Afghanistan itu menjadi kapten PSPS yang punya kontribusi bagus untuk PSPS sebelum pindah ke PSIM. Meski posisinya bukan penyerang murni, Omid malah menjadi mesin gol PSPS di awal musim ini.

“Tapi yang harus diingat, saat ini kita justru lolos ke 8 besar itu tanpa Omid. PSPS juga memecahkan rekor menang di kandang Persiraja yang tidak pernah terkalahkan di kandang, juga tanpa Omid,” ujar Teza Taufik, Jumat (24/1).

Lebih lanjut dikatakannya, pada babak 8 besar ini PSPS punya delapan pemain baru. Artinya tim saat ini sangat berbeda ketika Omid masih berada di PSPS. Ia menuturkan, memang secara taktikal Omid merasakan beberapa pertandingan di bawah pelatih Aji Santoso.

“Tetapi yang perlu diketahui, kita tidak berpatokan kepada satu pemain. Tetapi kolektivitas. Kita punya 11 pemain. Seluruh pemain saat punya motivasi lebih dan siap tampil. Jadi kami mengadalkan kekompakan,” tambahnya Teza.

PSIM maupun PSPS wajib menang dalam laga besok jika ingin mempermulus jalan mereka menjadi juara grup dan otomatis lolos ke Liga 1. (hbk)

Laporan Dofi Iskandar, Pekanbaru

Editor : Arif Oktafian
#liga 2 #psps pekanbaru #PSIM Yogyakarra