MANCHESTER (RIAUPOS.CO) - Manchester United melaju ke babak kelima Piala FA usai mengalahkan Leicester City 2-1 di Old Trafford, Sabtu (8/2/2025) dini hari WIB. Kemenangan Man Unitd ditentukan bek veteran Harry Maguire lewat gol kontroversial di injury time (90+3).
Gol tersebut tetap terjadi meskipun tayangan ulang menunjukkan Maguire jelas-jelas berada dalam posisi offside, dengan VAR tidak digunakan pada Piala FA edisi 2024/25 hingga babak kelima. Mantan bek tengah Leicester, Maguire, menjadi pemain Manchester United pertama yang mencetak gol kemenangan pada injury time babak kedua di Piala FA sejak April 2016, saat Anthony Martial melakukannya melawan Everton di semifinal. Manchester United kemudian sukses mengangkat trofi di bawah asuhan Louis van Gaal pada musim tersebut.
Manajer Man United Ruben Amorim mengatakan bahwa kemenangan Setan Merah (julukan Man United) di Piala FA atas Leicester City tidak ada hubungannya dengan Fergie time. Dia lebih menyorot penampilan buruk Man United di laga ini.
Dia mengulas penampilan Manchester United dan menyarankan mereka untuk beralih dari anggapan Fergie time, setelah mendapatkan reputasi sebagai pemenang di menit-menit akhir di bawah asuhan sang legenda, Alex Ferguson.
"Kami harus percaya hingga akhir, namun pertandingan ini tidak ada hubungannya dengan Fergie time,” ujar Amorim seperti dilansir dari laman resmi klub.
“Saya pikir performa, kami harus bermain jauh lebih baik dengan bola dan tanpa bola. Kami tidak memiliki energi pada awalnya, terutama di babak pertama. Kemudian di babak kedua kami bermain sedikit lebih baik, dengan sedikit lebih banyak kecepatan, memenangkan bola-bola kedua,” ujar manajer asal Portugal itu.
"Kami berhasil membalikkan keadaan sehingga ini adalah hasil yang bagus, tetapi bukan untuk penampilan kami," jelasnya.
"Kami tidak punya energi di awal, terutama di babak pertama. Kemudian di babak kedua kami bermain sedikit lebih baik, dengan sedikit lebih cepat, memenangkan bola kedua. Kemudian kami berhasil membalikkan keadaan jadi itu adalah hasil yang bagus bukan penampilan yang bagus.
"Pelatih adalah yang pertama bertanggung jawab, ketika satu tim tidak tampil, tidak membaik, itu adalah pelatih tetapi kami di sini untuk melakukan sesuatu dan melihat permainan, mempelajari permainan dan mencoba untuk meningkatkan permainan untuk pertandingan berikutnya," ujarnya.***
Editor : Edwar Yaman