PARIS (RIAUPOS.CO) - Kapten Kylian Mbappé akan kembali ke tim nasional Prancis pada bulan Maret untuk pertandingan perempatfinal Nations League melawan Kroasia. Demikian diunghkpa pelatih kepala Didier Deschamps pada hari Jumat (14/2/2025).
Penyerang berusia 26 tahun itu, yang telah bermain 86 kali untuk Prancis, tidak dimasukkan dalam skuad untuk pertandingan Nations League mereka pada bulan Oktober dan November setelah menandatangani kontrak dengan Real Madrid pada bulan Juli.
"Tentu saja dia akan ada di sana. Kenapa tidak? Ya, karena alasan yang sangat spesifik [dia tidak ada di sini], tetapi dia akan ada di sana jika tidak terjadi apa-apa padanya antara sekarang dan nanti," kata Deschamps kepada L'Equipe.
"Dia sangat terikat dengan tim Prancis, meskipun dia mengalami masa-masa sulit. Dia kembali fit sepenuhnya, dan Anda dapat melihatnya dalam permainannya, dan juga dalam pikirannya."
Kalender sepakbola telah menjadi perhatian yang berkembang bagi para pemain, termasuk Mbappé, dengan semakin banyaknya pertandingan yang berpotensi menyebabkan cedera. Namun, Mbappe mengatakan pada bulan Desember bahwa dia berkomitmen untuk Prancis meskipun sebelumnya dia absen.
Pelatih tersebut mengutip periode adaptasi Mbappé dengan Madrid sebagai salah satu alasan untuk tidak memanggilnya selama jeda internasional.
"Beberapa hari libur, persiapan yang minim, enam bulan yang rumit di Paris, sakit punggung, hidung patah di Euro -- hal-hal ini jelas memiliki konsekuensi atletik dan psikologis, belum lagi penyesuaiannya dengan Madrid," tambah Deschamps.
"Perlu waktu, tetapi itu terjadi karena dia melakukan semua yang diperlukan."
Ketika ditanya apakah absennya Mbappe akan memengaruhi peran kepemimpinannya, Deschamps berkata: "Selalu ada diskusi internal, baik individu maupun kolektif. Dan [jeda internasional sebelumnya] tidak mempertanyakan kepemimpinannya.
"Saya tidak punya alasan hari ini untuk mengatakan bahwa dia tidak akan menjadi kapten pada bulan Maret. Tetapi saya akan berdiskusi dengannya, seperti yang sering kami lakukan," ujar kapten Timnas Prancis saat menjadi juara Dunia pada tahun 1998.
Deschamps, yang merupakan pelatih tim nasional Prancis dengan masa bakti terlama, akan meninggalkan jabatannya saat kontraknya berakhir setelah Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Mantan Pj Wako Pekanbaru Muflihun Kembali Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Korupsi SPPD Fiktif
Presiden Federasi Sepakbola Prancis Philippe Diallo mengatakan masih terlalu dini untuk menunjuk pengganti, dan Deschamps mengatakan menurutnya Zinedine Zidane akan menjadi penerus yang baik.
"Zizou adalah kandidat yang sangat kuat, kandidat yang alami dan saya tambahkan, kandidat yang diharapkan. Setelah itu, terserah dia dan ketua," katanya.
"Ada rasa saling menghormati di antara kami. Terakhir kali kami bertemu adalah pada musim panas tahun 2023, dan kami berencana untuk bertemu lagi pada musim panas mendatang," ujarnya.***
Editor : Edwar Yaman