JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Persaingan di sektor bek kiri Timnas Indonesia semakin ketat. Pasalnya Timnas Indonesia bakal mendapat amunis baru dengan segera dinaturalisasinya, Dean James. Bek berdarah campuran Indonesia-Belanda ini menjadi salah satu dari tiga pemain yang diperkenalkan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sebagai calon pemain naturalisasi yang akan segera diproses.
Masuknya Dean James ke dalam skuad memberikan tambahan opsi bagi pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert. Saat ini, posisi bek kiri dihuni oleh beberapa pemain seperti Calvin Verdonk, Shayne Pattynama, Nathan Tjoe-A-On, dan Pratama Arhan. Keempat pemain tersebut sering menjadi bagian dari skuad Garuda di era kepelatihan Shin Tae-yong.
"Saat ini, Calvin Verdonk masih menjadi pilihan utama di posisi bek kiri," ungkap Kluivert.
Pemain asal NEC Nijmegen itu sudah menjadi starter dalam tujuh laga terakhir Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Sementara itu, Nathan Tjoe-A-On dan Shayne Pattynama hanya mendapat kesempatan bermain ketika Verdonk dipindahkan ke posisi tiga bek tengah sejajar.
Dalam beberapa pertandingan sebelumnya, Verdonk sempat bergeser ke posisi lain, seperti saat Indonesia menghadapi Arab Saudi pada 5 September 2024 dan Cina pada 15 Oktober 2024. Dengan adanya Dean James, pelatih kini memiliki lebih banyak pilihan untuk memperkuat lini pertahanan di sektor kiri. Kehadiran pemain baru ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pertahanan tim nasional dalam menghadapi berbagai kompetisi mendatang.
Bersaing dengan Verdonk tidak akan mudah bagi Dean James, mengingat pemain senior ini memiliki peran krusial di skuad Garuda. Namun, Dean tetap memiliki peluang besar untuk menembus tim utama. Bek berusia 24 tahun ini telah menjadi andalan Go Ahead Eagles di Eredivisie musim 2024/2025. Meski sempat mengalami cedera, ia berhasil mencatatkan 18 penampilan, mencetak satu gol, dan menyumbang dua assist sepanjang musim.
Kehadiran Dean James berpotensi menggeser beberapa pemain lama yang kesulitan menembus tim utama. Berdasarkan catatan performa, Shayne Pattynama dan Pratama Arhan menjadi dua pemain yang paling berisiko kehilangan tempat. Keduanya masih kesulitan menggeser Calvin Verdonk dari posisi utama di sektor bek kiri, dan kini peluang mereka semakin kecil dengan hadirnya Dean.
Berbeda dengan Shayne dan Pratama, Nathan Tjoe-A-On memiliki fleksibilitas sebagai pemain multi-posisi. Bek Swansea City ini dapat dimainkan di lini tengah, memberi peluang baginya untuk tetap bertahan dalam skuad. Namun, dengan waktu bermain yang terbatas, ia juga berisiko tersingkir dari daftar utama.
Dengan persaingan yang semakin ketat, setiap pemain harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan tempat mereka di skuad Timnas Indonesia. PSSI tampaknya serius dalam meningkatkan kualitas tim dengan menambah pemain berkualitas melalui program naturalisasi. Kini, para pemain harus membuktikan kemampuan mereka di lapangan untuk tetap bersaing dalam tim utama.***
Editor : Edwar Yaman