MILAN (RIAUPOS.CO) - Marcus Thuram dan Hakan Çalhanoglu mencetak gol saat Inter Milan mengalahkan Feyenoord 2-1 pada leg kedua Babak 16 Besar Liga Champions di San Siro, Milan, Rabu (12/3/2025) dini hari WIB. Inter Milan maju ke perempatfinal dengan kemenangan agregat 4-1. Di 8 Besar, tim besutan Simone Inzaghi itu akan menghadapi raksasa Jerman, Bayern Munich yang menang agregat 5-0 atas Bayer Leverkusen.
Inter, juara tiga kali Piala Chamions/Liga Champions terakhir kali mengangkat trofi pada tahun 2010. Mereka mengalahkan Bayern Munich di final dalam musim dengan tiga gelar. Tim asuhan Simone Inzaghi masih berpeluang untuk mengulangi prestasi itu, dengan semifinal Coppa Italia juga akan berlangsung pada bulan April.
Kiper Feyenoord Timon Wellenreuther beraksi sejak awal, gagal menahan tembakan Henrikh Mkhitaryan tetapi ia berhasil menahan sundulan Carlos Augusto dari tendangan sudut yang dihasilkan.
Aymen Sliti, yang melakoni debut seniornya untuk klub Belanda itu, mencoba peruntungannya dari luar kotak penalti tetapi kiper Inter Yann Sommer dengan mudah menepis tembakan pemain sayap berusia 18 tahun itu saat Feyenoord berusaha mencetak gol cepat.
Feyenoord memasuki pertandingan dengan tugas berat setelah kalah 2-0 di kandang sendiri pekan lalu, dan pada menit kedelapan mereka harus berjuang keras menyusul gol solo run luar biasa Marcus Thuram.
Marcus Thuram, yang juga membuka skor di De Kuip pada leg pertama, menguasai bola di sayap kiri sebelum bergerak ke dalam area penalti dan membuat ruang dengan gerakan kaki yang cerdik untuk melepaskan tembakan yang ia luncurkan ke sudut atas gawang.
Mehdi Taremi melepaskan tembakan langsung ke arah kiper saat Inter berusaha memperkecil ketertinggalan, tetapi Feyenoord memperkecil ketertinggalan tiga menit sebelum jeda dari titik penalti.
Hakan Calhanoglu dihukum penalti karena melakukan pelanggaran terhadap Jakub Moder yang bangkit dan melepaskan tendangan penalti ke sudut bawah gawang untuk mengecoh Sommer. Gol kedua yang diterima Inter di kompetisi musim ini, dan yang pertama di San Siro.
Harapan untuk bangkitnya Feyenoord hampir berakhir ketika Calhanoglu menebus kesalahannya dengan mengonversi penaltinya sendiri enam menit memasuki babak kedua setelah Thomas Beelen melanggar Taremi.
Dengan Feyenoord yang mengambil risiko dalam upaya untuk mendapatkan sesuatu dari permainan, Inter selalu berbahaya dalam serangan balik dan tampak seperti akan mendapat penalti lagi, tetapi setelah pemeriksaan VAR, Thuram malah mendapat kartu kuning karena simulasi.
Thuram tetap menerima tepuk tangan meriah dari penonton tuan rumah ketika digantikan, setelah melepaskan tembakan keras yang memantul dari sisi bawah mistar gawang, dan Inter tidak mengalami kesulitan untuk menyelesaikan permainan.
Clash of The Titans
Inter Milan akan menghadapi Bayern Munich di perempatfinal Liga Champions bulan depan. Clash of The Titans pantas menjadi tajuk pertemuan Inter Milan vs Bayer Muncih. Bayern adalah kolektor 6 piala Liga Champions. Sedangkan Inter punya 3 trofi Si Kuping Lebar.
Babak delapan besar akan dilakukan antara 8-9 April serta 15-16 April mendatang. Untuk perempatfinal ini, Bayern akan bertindak sebagai tuan rumah duluan.
Pertemuan antara Bayern versus Inter di ajang Liga Champions maupun European Cup sudah terjadi sebanyak 7 kali. Hasilnya, Bayern masih mendominasi dan punya persentase kemenangan 55,6 persen di mana mereka menang 4 kali, seri 1 kali, dan kalah 2 kali.
Pertemuan terakhir terjadi di fase grup C musim 2022-2023. Bayern menang 2-0 atas Inter lewat gol Benjamin Pavard (32) dan Eric Choupo-Moting (72).
Sementara buat Inter, dari 3 kemenangan atas Bayern, yang paling monumental tentu saja final Liga Champions 2009-2010. Di partai puncak itu, Inter menang 2-0 lewat brace Diego Milito (35, 70). Saat kemenangan itu terjadi, Inter diarsiteki The Special One, Jose Mourinho. Sedangkan Bayern ditangani Louis van Gaal.
Meski rekornya inferior, pelatih Inter Simone Inzaghi tak gentar. Bersama Inter maupun SS Lazio, Simone Inzaghi sudah pernah bertemu.
“Ini pertemuan yang sukar diperkirakan. Bayern adalah tim yang solid,” kata adik Filippo Inzaghi itu dikutip Football Italia.
Sejak jadi pelatih, Siomne Inzaghi sudah menghadapi Bayern sebanyak 4 kali di ajang Liga Champions. Dan hasilnya dari empat pertandingan itu Simone Inzaghi selalu kalah.
Bersama Lazio, Simone Inzaghi kalah 1-4 dan 1-2 di Babak 16 Besar Liga Champions 2020-2021. Ketika menakhodai Inter, Simone Inzaghi takluk dua kali dengan skor 0-2 di fase grup musim 2022-2023.***
Editor : Edwar Yaman