JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Peluang Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 masih terbuka. Kekalahan telak 5-1 dari Australia harus segera dilupakan. Di depan mata ada Bahrain yamg akan dijamu skuad besutan Patrick Kluivert dalam lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (25/3/2025) malam.
Laga ini menjadi kesempatan emas bagi skuad besutan Patrick Kluivert untuk bangkit setelah dua kekalahan telak dari Jepang (0-4) dan Australia (1-5). Demi menjaga peluang lolos ke putaran berikutnya, kemenangan menjadi harga mati bagi skuad Garuda.
Bahrain, yang baru saja mengalami kekalahan 0-2 dari Jepang, tetap datang ke Jakarta dengan semangat juang tinggi. Skuad asuhan Dragan Talajic memiliki catatan impresif setelah menjuarai Piala Teluk 2025 pada Desember lalu. Dalam perjalanan menuju gelar tersebut, Bahrain mengalahkan Arab Saudi (3-2), Irak (2-0), dan Oman (2-1) di final.
Timnas Indonesia wajib mewaspadai kekuatan Bahrain yang diperkuat sejumlah pemain kunci yang bisa menjadi ancaman bagi lini pertahanan Indonesia:
1. Mohamed Marhoon
Mohamed Marhoon yang sebelumnya mencetak dua gol ke gawang Indonesia dalam pertemuan pertama di Bahrain National Stadium, Riffa. Marhoon juga tampil gemilang di Piala Teluk dengan mencetak tiga gol dan lima assist dalam lima pertandingan. Selain Marhoon,
2. Komail Al Aswad
Gelandang berusia 30 tahun ini menjadi sosok kunci dalam mengatur tempo permainan Bahrain. Kemampuannya dalam mengontrol bola dan membangun serangan harus diantisipasi oleh lini tengah Indonesia.
3. Ali Madan
Winger kanan berusia 29 tahun ini adalah pemain termahal Bahrain dengan nilai pasar mencapai Rp43,45 miliar. Dengan 102 penampilan dan 15 gol untuk timnas, ia menjadi motor serangan utama di sisi kanan.
4. Mahdi Abduljabbar
Striker berpengalaman berusia 33 tahun ini tetap menjadi ujung tombak Bahrain. Bermain untuk Al-Khaldiya SC, Abduljabbar memiliki ketajaman yang masih terjaga meski sudah tidak muda lagi.
5. Ebrahim Lutfalla
Kiper berusia 32 tahun ini tampil solid di Piala Teluk 2025, membawa Bahrain tidak terkalahkan dalam empat dari lima laga yang dimainkan.
Bagi Indonesia, laga ini menjadi ajang pembuktian sekaligus momentum kebangkitan. Lini serang yang dihuni Ole Romeny, Marselino Ferdinan, Rafael Struick, Dean James, dan Eliano Reijnders memiliki potensi besar untuk menembus pertahanan Bahrain. Reijnders sendiri menunjukkan performa menjanjikan saat melawan Australia dengan membantu pergerakan Romeny di lini depan.
Namun, pekerjaan rumah terbesar bagi Kluivert adalah lini pertahanan yang masih rapuh. Jay Idzes, Kevin Diks, dan rekan-rekan di barisan belakang harus tampil lebih solid untuk meredam serangan Bahrain. Bek sayap Calvin Verdonk menegaskan pentingnya menjaga fokus dan sikap selama pertandingan.
"Kami harus menjaga tenaga dan attitude yang kami tunjukkan terhadap Australia. Mari berharap untuk hasil yang lebih baik melawan Bahrain," ujarnya pada Sabtu (22/3).
Laga ini dipastikan akan berjalan sengit, mengingat Bahrain datang dengan status juara Piala Teluk dan modal kuat dari pertemuan sebelumnya. Namun, dengan semangat juang dan strategi yang tepat, Indonesia masih memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan dan menjaga asa menuju Piala Dunia 2026.***
Editor : Edwar Yaman