JEDDAH (RIAUPOS.CO) – Timnas Indonesia U-17 mengawali laga pembuka Grup C Piala Asia U-17 di Stadion Prince Abdullah Al Faisal, Jeddah, Jumat (4/4/2025) malam WIB dengan hasil positif. Tim besutan Nova Arianto itu sukses meraih kemenangan 1-0 atas tim kuat Korea Selatan (Korsel).
Menariknya, Indonesai berada dalam tekanan Korsel. Taeguk Warriors U-17 mencatatkan 9 shots (2 on target) selama 45 menit pertama. Sementara Garuda Muda hanya bisa membuat 1 shots di babak pertama. Skuad Garuda Muda bisa saja mencetak gol di menit ke-15, tapi Mochamad Mierza gagal menaklukkan kiper Park Dohun dalam situasi one by one.
Kondisi yang sama terjadi pada bbak kedua. Barisan belakang Garuda Muda tetap disiplin menjaga gawang dari kebobolan. Akhirnya Timnas Indonesia U-17 yang justru mencuri gol di injury time. Evandra Florasta membobol gawang Korea Selatan usai menyambar bola penaltinya yang ditepis Park Dohun. Keunggukan itu bertahan hingga laga usai.
Sang pencetak gol Evandra Floresta angkat bicara usai laga Indonesia U-17 vs Korea Selatan U-17. Pemain berusia 16 tahun ini tak menampik timnya bermain kurang maksimal, meski pada akhirnya mampu meraih 3 angka.
"Bisa dibilang bagus tapi menurut saya kurang maksimal. Di laga berikutnya saya dan tim berusaha semaksimal mungkin," kata Evandra dalam wawancara dengan AFC.
"[Kemenangan ini] jelas berpengaruh karena pertandingan pertama menentukan laga berikutnya. Hasil ini membuat tim saya pede menatap laga selanjutnya melawan Yaman dan Afghanistan. Saya yakin tim bisa sapu bersih," ujarnya.
Menghadapi Korea Selatan U-17 di laga pembuka Grup C dianggap menjadi keuntungan bagi tim Indonesia U-17 di Piala Asia U-17. Duel kedua tim berakhir tadi malam.
Korea dianggap menjadi tim tangguh. Karenanya, evaluasi tim bisa benar-benar dilakukan jelang dua match selanjutnya melawan Yaman pada 7 April dan Afghanistan (11/4).
Bek tim Indonesia U-17 Mathew Baker menegaskan target tim yaitu bisa finis di posisi dua besar agar bisa lolos langsung ke Piala Dunia U-17. Artinya, dua laga terakhir harus dimaksimalkan.
Karena Yaman dan Afghanistan menjadi dua kontestan pesaing yang berupaya menempati dua teratas di grup bersama Korea yang di atas kertas bisa melenggang.
"Tujuan kami adalah finis di posisi dua besar dan kemudian melihat sejauh mana kami bisa melangkah," kata Baker di laman resmi AFC.
Di dua laga terakhir, Baker ingin membantu tim dalam menjaga pertahanan agar tidak kemasukan.
Pelatih tim Indonesia U-17 Nova Arianto menyatakan bahwa di laga Korea memang memanfaatkan untuk bisa mengetahui bagaimana cara bermain tim di lapangan.
"Ya itu (melawan Korea di awal) sesuatu yang harus kita manfaatkan untuk (nantinya) lebih fokus dan disiplin," beber juru taktik yang berposisi sebagai bek ketika bermain.
Selain dari pola permainan, adaptasi cuaca menjadi konsentrasi yang terus diasah oleh tim. "Kalau secara adaptasi berjalan baik ya di lapangan. Menurut saya bukan jadi masalah. Jadi harus maksimal," sebutnya.
Tim U-17 sendiri sudah menggelar persiapan yang relatif panjang dalam menyambut hajatan Piala Asia U-17 ini. Josh Holong Junior dkk sudah menggelar persiapan di Bandung dan Bogor sejak awal Maret 2025.
Kemudian Garuda Muda bergeser ke Dubai-Uni Emirat Arab (UEA) sejak pertengahan Maret. Di Dubai, tim menjalani uji coba dengan hasil satu kali menang atas Tiongkok (1-0) dan bermain imbang dengan skor 2-2 dengan UEA (2-2) dan sekali tumbang dari Iran (0-2).
Terpisah, Fakhri Husaini menilai kans untuk bisa lolos ke Piala Dunia lebih mudah ketimbang edisi-edisi sebelumnya. Sebab, FIFA selaku induk organisasi sepak bola mengubah format untuk Piala Dunia U-17. Dari semula diikuti 24 tim menjadi 48 tim. Tim Asia mendapatkan jatah delapan. Artinya, lolos fase grup sudah bisa lolos.
Juru taktik asal Aceh itu menilai, jika regulasi yang ada sudah sejak lama, Indonesia sudah bisa lolos ke Piala Dunia U-17. Ya, Fakhri sendiri pernah menangani tim U-17 pada edisi 2018. Ketika itu, tim terhenti di perempat final usai takluk dari Australia dengan skor 2-3.
Karenanya, dia berharap kesempatan ini harus bisa dimaksimalkan. "Pelatih harus bisa jeli dalam melihat peluang ini," harapnya.***
Editor : Edwar Yaman