Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Marc Taklukkan Sirkuit Paling Sulit, Jadi Kampiun GP Qatar

Redaksi • Selasa, 15 April 2025 | 12:34 WIB
MARC MARQUEZ
MARC MARQUEZ

DOHA (RIAUPOS.CO) - Satu-satunya hal yang bisa menghalangi Marc Marquez meraih gelar juara dunia musim ini hanyalah diri Marc sendiri. Bagaimana tidak, pembalap Ducati itu nyaris menyapu bersih empat seri awal MotoGP 2025. Terakhir, dia berhasil memenangi Grand Prix Qatar di Sirkuit Lusail pada Senin (14/4) dini hari WIB. Padahal, selama beberapa tahun terakhir, Marc kerap kali kesulitan saat membalap di Lusail.

Juara dunia MotoGP enam kali itu baru sekali menang di sana pada 2014 silam. Selain itu, Marc sebenarnya juga sempat mengalami masalah saat start. Yakni bersenggolan dengan sang adik, Alex Marquez. Marc harus kehilangan winglet belakang motor karena insiden tersebut.

“Thailand, Argentina, Austin adalah sirkuit yang bagus untuk saya. Tetapi ini (Qatar, red) adalah sirkuit pertama yang membuat saya berkata ‘oke, mungkin saya akan sedikit kesulitan’,” kata pembalap 32 tahun itu dikutip dari Crash.

Akan tetapi, berbagai faktor itu tidak menghalangi Marc meraih kemenangan GP Qatar keduanya sepanjang karir. Dia finis 1,8 detik di depan pembalap KTM Maverick Vinales dan 4,5 detik di depan rekan satu timnya Francesco ‘Pecco’ Bagnaia.

Bagi Marc, kemenangan di Qatar itu bisa jadi momen penting musim ini. Jika dia masih bisa tampil baik di sirkuit yang dianggap sulit, maka Marc bisa jadi lebih percaya diri untuk menang di berbagai sirkuit favoritnya. “Ini adalah akhir pekan yang paling penting. Terutama di trek yang membuat para pesaing saya mengira saya akan kesulitan,” papar Marc.

Marc sendiri tampil cerdik. Setelah bersenggolan di awal, dia tidak memaksakan diri untuk selalu di depan. Pembalap Spanyol itu berusaha menjaga ban tetap awet. Baru ketika balapan menyisakan lima lap, dia melaju sekencang mungkin. “Saya memilih strategi ini karena saya tidak akan selamat jika memacu ban depan terlalu keras selama 20 putaran,” bebernya.

Soal insiden dengan Alex, Marc menyebut jika itu adalah kesalahannya. Manuver yang dilakukan Marc tidak diduga oleh Alex. “Kontak dengan Alex lebih karena kesalahan saya daripada kesalahannya. Karena saya baru saja membuka gas dan saya merasa seperti bagian belakang akan bergerak. Saya menutup gas lagi dan dia tidak menduganya,” beber Marc.

Meski begitu, hasil tersebut membuat dominasi Marc musim ini terus berlanjut. Dari total delapan balapan dan empat seri yang dilalui, Marc hanya sekali gagal juara. Yakni saat dia terjatuh ketika balapan utama Grand Prix Amerika dua pekan lalu.(ka/bas/eca)

Editor : Arif Oktafian
#sirkuit lusail qatar #juara dunia moto gp #marc marquez #pembalab ducati