Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kemunculan Buaya Muara Dewasa di Bantaran Sungai Meresahkan Warga Inhil

Indra Efendi • Rabu, 30 April 2025 | 12:15 WIB
Ilustrasi buaya.
Ilustrasi buaya.

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Dalam beberapa hari belakangan ini warga Indragiri Hilir (Inhil) dihebohkan sekaligus diresahkan dengan kemunculan buaya muara dewasa di sungai sekitar permukiman padat penduduk.

Salah satunya, di sungai dekat permukiman warga di Desa Tanah Merah, Kecamatan Tanah Merah. Hal itu jelas membuat sebagian besar warga enggan untuk beraktivitas seperti biasanya.

 Baca Juga: PLN UP3 Rengat dan Kodim 0314/Inhil Perkuat Sinergisitas, Dukung Ketahanan Energi Nasional

"Penampakan buaya seperti ini bukan yang pertama kalinya. Maka itu warga di sini lebih berhati-hati," kata salah seorang warga Tanah Merah, yang mengaku bernama Bambang (41), Selasa (29/4/2024).

Tak sekedar heboh dari mulut ke mulut. Tapi, penampakan buaya muara dewasa tersebut juga telah menyebar luas di media sosial (medsos). Warga di sana meminta pihak berwenang segera mengambil tindakan.

Kepala Desa (Kades) Tanah Merah, Agus Rudianto membenarkan adanya kemunculan buaya. Bahkan pihaknya telah mengambil langkah-langkah pencegahan sebagai antisipasi terjadinya konflik warga dengam buaya.

 Baca Juga: Mulai Rusak, 237 Km Jalan Siak saatnya Dilakukan Pemeliharaan

"Di antaranya, kami sudah mengimbau warga agar lebih berhati-hati. Karena sepanjang tahun ini sudah beberapa kali konflik antara warga dengan buaya," jelasnya.

Kemunculan buaya bukan hanya terjadi di Kecamatan Tanah merah namun juga terlihat oleh warga Parit 18 Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan.

Di sana buaya ukuran sekitar 5 meter mengapung di sungai dekat permukiman warga.

Sementara itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil H Nursal juga mengimbau warga agar lebih waspada.

Selain itu pihaknya meminta kepala desa dan camat, menyurati Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

"Dari kami juga telah menyurati pihak BKSDA sebanyak 2 kali. Bisa jadi mereka sudah turun ke lapangan tanpa melibatkan kami," urainya,  Rabu (30/4/2024).

Baca Juga: Golkar Ingatkan Jubir Harus Dekat dengan Presiden Prabowo

Saat ditanya sudah berapa kali terjadi konflik antara warga dan buaya, Nursal mengakui berdasarkan laporan yang masuk ada 2 kali.

Di antaranya terjadi di Kecamatan Kemuning dan Kecamatan Kempas.

"Bisa jadi lebih. Tapi yang dilaporkan kepada kami baru dua," imbuhnya.(ind)

Editor : Edwar Yaman
#warga inhil #kemunculan buaya di sungai #buaya muara #desa tanah merah