Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Persib Bandung Back to Back Juara Liga 1 setelah Persebaya Ditahan Persik secara Dramatis, Marc Klok: Ini Sejarah!

Redaksi • Senin, 5 Mei 2025 - 23:43 WIB
Persib Bandung sukses meraih back to back gelar Liga 1. Kepastian itu didapat setelah Persebaya ditahan imbang Peri Kediri 3-3.
Persib Bandung sukses meraih back to back gelar Liga 1. Kepastian itu didapat setelah Persebaya ditahan imbang Peri Kediri 3-3.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Juara bertahan Persib Bandung sukses back to back gelar Liga 1. Tangis haru diringi teriakan penuh euforia, dan pelukan erat mewarnai malam bersejarah di Graha Persib, Senin (5/5/2025).

Pasalnya skuad Persib Bandung bersama manajemen dan para bobotoh, merayakan momen yang akan abadi dalam sejarah klub. Momen dramatis itu terjadi saat para pemain Persib menyaksikan laga krusial antara Persik Kediri kontra Persebaya Surabaya lewat nonton bareng di markas klub, Jalan Sulanjana, Bandung.

Sebanyak 18 pemain hadir, namun sempat dihantui rasa cemas. Persebaya unggul 3-1 hingga menit akhir, dan beberapa pemain bahkan terpikir untuk meninggalkan lokasi. Namun, situasi berbalik, Persik berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3. Saat pertandingan memasuki injury time, suasana semakin tegang. Hingga akhirnya, di menit ke-90+6, Ramiro Fergonzi mencetak gol penyeimbang. Skor 3-3 membuat seluruh ruangan meledak dalam sorak sorai Persib resmi juara.

Hasil imbang itu memastikan raihan poin Persib (64 angka) tak terkejar oleh Dewa United, Malut United, atau Persebaya yang tertinggal 10 poin dengan tiga pertandingan tersisa.

Tak hanya di dalam ruangan, ribuan Bobotoh memadati kawasan Graha Persib. Yel-yel "Juara... Juara... Juara..." menggema bersamaan dengan chant legendaris "Champione, champione, ole ole!" Para pemain seperti David da Silva, Marc Klok, Ciro Alves, hingga Victor Igbonefo larut dalam euforia, mengabadikan momen bersama para suporter yang telah setia mendukung sepanjang musim.

Kapten tim, Marc Klok, tak mampu menyembunyikan rasa harunya.

"Ini sejarah. Legasi untuk klub ini, untuk kami semua. Pertama kalinya Persib back to back juara di era Liga 1," ucap Klok.

Bek senior Achmad Jufriyanto menyebut perjuangan tim luar biasa. Ia sempat pesimistis di babak pertama saat Persik tertinggal.

"Sepakbola dimainkan 90 menit. Saya percaya Persik bisa setidaknya imbang, dan itu cukup buat kami," ucapnya.

Bagi Achmad Jufriyanto, ini adalah gelar ketiga bersama Persib setelah menjadi juara Indonesia Super League 2014, Liga 1 2023/2024, dan kini 2024/2025.

"Alhamdulillah, tidak semua pemain bisa meraih ini. Saya bangga dan berharap ini bisa jadi motivasi untuk generasi selanjutnya di Persib," kata Jupe.

Ia mengaku ingin menjadikan momen ini sebagai kisah hidup yang bisa diceritakan kepada keluarga dan anak cucunya kelak.

Pemain baru, Gustavo Franca, menjadi sosok sentral lain di balik keberhasilan ini. Didatangkan awal musim untuk menggantikan Alberto Rodriguez, Franca mengaku tugasnya tidak mudah. Namun dengan tampil di 28 laga dan mencetak lima gol serta dua assist, ia berhasil menjawab kepercayaan pelatih Bojan Hodak.

"Ini trofi pertama saya, dan saya sangat bersyukur. Sejak awal musim, kami bekerja keras meskipun sering tidak tampil dengan skuad lengkap," ujar Franca.

Franca menegaskan kemenangan ini adalah hasil kerja kolektif, bukan individual.

"Saya tidak melihat diri saya. Ini soal tim. Kami menang karena kami saling melengkapi," ungkapnya.

Keberhasilan Persib meraih gelar berturut-turut menyamai capaian Bali United yang back to back juara pada musim 2019 dan 2021/2022. Di luar era Liga 1, torehan ini juga mengulang catatan klub-klub legendaris seperti PSM, PSMS, dan Persija di masa Perserikatan, serta Niac Mitra dan Pelita Jaya di era Galatama.

Dengan keberhasilan ini, Persib Bandung menegaskan statusnya sebagai salah satu klub paling konsisten di era modern sepakbola Indonesia. Bukan hanya soal gelar, tapi tentang karakter juara yang dibangun dari fondasi solid, mental baja, kerja keras, dan semangat kolektif.***

Editor : Edwar Yaman
#back to back gelar #persib bandung #Persib Juara Liga 1