Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Son Heung-min Umumkan Hengkang dari Tottenham Hotspur, Ini Klub yang Jadi Pelabuhan Barunya

Edwar Yaman • Sabtu, 2 Agustus 2025 - 21:14 WIB

Son Heung-min mengumumkan ia akan mengakhiri karier 10 tahunnya di Liga Premier musim panas ini.
Son Heung-min mengumumkan ia akan mengakhiri karier 10 tahunnya di Liga Premier musim panas ini.
 

LONDON (RIAUPOS.CO) - Kapten Son Heung-min mengumumkan pada hari Sabtu bahwa ia akan meninggalkan Tottenham Hotspur. Dalam konferensi pers di Seoul, Son mengatakan keputusannya untuk meninggalkan klub Liga Premier Inggris tersebut adalah yang tersulit dalam kariernya, dan menambahkan bahwa Tottenham, tempat ia menghabiskan satu dekade terakhir, mendukungnya dalam upayanya untuk melanjutkan hidup.

"Itu adalah salah satu keputusan tersulit yang pernah saya buat. Tapi saya pikir ini waktu yang tepat untuk membuat keputusan ini. Saya harap semua orang mengerti keputusan saya dan semua orang menghormatinya," kata bintang Korea Selatan itu dalam konferensi pers.

"Saya datang ke London Utara saat masih kecil, 23 tahun, usia yang sangat muda, seorang anak muda datang ke London yang bahkan tidak bisa berbahasa Inggris dan meninggalkan klub ini sebagai pria dewasa adalah momen yang sangat, sangat membanggakan."

Sumber mengatakan kepada James Olley dari ESPN pekan lalu bahwa LAFC tertarik untuk merekrut Son, yang memiliki kontrak dengan Spurs hingga 2026.

Son ditanya dalam bahasa Korea tentang rencana bermainnya di masa depan, dan ia menjawab: "Saya rasa saya belum punya jawabannya."

Kemenangan Tottenham atas Manchester United di final Liga Europa memberi Son Heung-min kesempatan untuk mengangkat trofi satu-satunya bagi klub setelah menjadi pemain ketujuh yang mencapai 450 penampilan untuk Spurs -- dengan 198 kontribusi gol di Liga Primer -- sejak kepindahannya dari Bayer Leverkusen pada tahun 2015 dengan harga 22 juta poundsterling (29,8 juta dolar AS).

"Memenangkan Liga Europa membuat saya merasa telah mencapai semua yang saya bisa di sini. Saya membutuhkan lingkungan baru untuk tantangan baru," tambah Son.

Pelatih kepala baru Tottenham, Thomas Frank, mengonfirmasi bahwa Son akan menjadi starter dan menjadi kapten dalam pertandingan persahabatan melawan Newcastle di Stadion Piala Dunia Seoul pada hari Ahad.

Ini bisa menjadi penampilan terakhir Son untuk Spurs, meskipun pertandingan Piala Super UEFA melawan Paris St Germain di Udine sudah di depan mata pada 13 Agustus.

"Sangat jelas bahwa Sonny akan menjadi starter dan memimpin tim sebagai kapten. Jika ini pertandingan terakhir Sonny, betapa hebatnya ia melakukannya di sini, di hadapan para penggemarnya sendiri. Ini bisa menjadi akhir yang indah," ujar Frank dalam konferensi pers yang digelar pada Sabtu waktu setempat.

Puncak Cerita Indah di London Utara

Son menjadi kapten ke-13 dalam sejarah Spurs yang berhasil mengangkat trofi, usai memimpin tim menjuarai Liga Europa musim lalu. Momen itu menjadi klimaks dari pengabdiannya sejak didatangkan dari Bayer Leverkusen pada 2015.

Frank juga menyebut bahwa kepergian Son terasa seperti 'waktu yang sempurna'. Meski berat, ia mengapresiasi keputusan sang kapten yang memilih pergi setelah membawa pulang trofi Eropa untuk Tottenham.

“Dia telah berada di sini selama 10 tahun, dan bukan sembarang 10 tahun—melainkan 10 tahun yang luar biasa. Dia legenda sejati Spurs dalam segala aspek,” tutur pelatih asal Denmark itu.

“Dia telah menjadi pemain kunci dalam banyak musim. Menang trofi, pergi dengan kepala tegak, dan disambut cinta dari keluarga besar Spurs. Ini akhir yang hampir sempurna,” tambah Frank.

Ke Mana Son Akan Berlabuh?

Dalam sesi tanya jawab usai pengumuman kepergian, Son enggan membahas soal klub barunya. Fokus utamanya, menurut dia, masih tertuju pada laga kontra Newcastle.

Namun, laporan dari Football Insider dan The Athletic menyebutkan bahwa Son kemungkinan besar akan bergabung dengan klub Major League Soccer (MLS), yakni Los Angeles FC. Klub tersebut dilaporkan telah menjalin pembicaraan serius dengan perwakilan sang pemain dalam beberapa pekan terakhir.

Son digadang-gadang akan menjadi pengganti Olivier Giroud di LAFC, usai striker asal Prancis itu kembali ke Eropa untuk memperkuat Lille. Selain MLS, beberapa klub Liga Pro Saudi juga disebut meminati Son, namun preferensi sang pemain tetap condong ke Amerika Serikat.

Legenda Tak Terlupakan di Tottenham

Selama 10 tahun membela Tottenham, Son mencatatkan 454 penampilan di semua kompetisi, mencetak 173 gol dan menyumbangkan 101 assist. Ia kini berada di urutan kelima dalam daftar pencetak gol sepanjang masa Spurs, sekaligus menjadi pemain asing tersubur dalam sejarah klub.

Salah satu pencapaian terbesar Son adalah saat dirinya meraih Golden Boot Premier League pada musim 2021-2022, menjadi pemain Asia pertama yang meraih penghargaan tersebut. Ia berbagi trofi dengan Mohamed Salah usai mencetak 23 gol di liga tanpa satu pun penalti.

Tak hanya itu, gol solo spektakulernya ke gawang Burnley pada tahun 2020 membuatnya meraih FIFA Puskás Award, memperkuat statusnya sebagai pemain Asia terbaik yang pernah merumput di Premier League.

Kepergian Son bukan sekadar perpindahan pemain, melainkan akhir dari sebuah era. Ia tak hanya menjadi bintang lapangan, tetapi juga simbol dedikasi, kerja keras, dan kerendahan hati yang menginspirasi banyak pemain muda, khususnya di Asia.

“Dia pergi bukan karena penurunan performa, melainkan karena sudah saatnya membuka bab baru dalam karier. Saya senang klub mendukung keputusannya,” kata Frank mengakhiri sesi jumpa pers penuh emosi itu.***

Editor : Edwar Yaman
#THOMAS FRANK #tottenham hotspur #son heung min