Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kejuaraan Dunia 2025: Meski Tersingkir dari Akane Yamaguchi di Semifinal, Putri KW Pulang dengan Medali Perunggu

Redaksi • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 22:41 WIB

 

Putri KW mendapatkan medali perunggu Kejuaraan Dunia 2025 di Paris usai dihentikan Akane Yamaguchi di babak semifinal.
Putri KW mendapatkan medali perunggu Kejuaraan Dunia 2025 di Paris usai dihentikan Akane Yamaguchi di babak semifinal.
 

PARIS (RIAUPOS.CO) – Langkah Putri Kusuma Wardani terhenti di semifinal Kejuaraan Dunia di Adidas Arena, Paris, Prancis, Sabtu (30/8/2025).Tunggal putri Indonesia itu kalah dari jagoan Jeoang. Akane Yamaguchi (Jepang). Meski begitu, Putri Kuusma Wardani berhak atas medali perunggu, mengulangi sejarah yang pernah tercipta 10 tahun lalu.

Ya, laju Putri KW terhenti di babak empat besar setelah kalah lewat duel rubber game 17-21, 21-14, 6-21. Penampilan Putri KW dalam laga semifinal sebenarnya tak buruk. Dia sempat mampu memaksa Akane bermain sama kuat hingga 14-14 di gim pertama, sebelum akhirnya kalah dengan selisih empat angka.

Putri KW kemudian memperbaiki performanya dan tampil lebih dominan. Dia mampu mengungguli Akane sejak awal gim kedua, saat interval, hingga memenangkan gim dengan keunggulan tujuh poin.

 Baca Juga: 71 Mantan Anggota JI Riau Ikuti Refleksi Transformasi Ideologi Menuju Wasatiyah

Sayang performa Putri KW mengalami penurunan di gim penentuan. Dia kesulitan meladeni permainan Akane Yamaguchi yang merupakan juara dunia 2021 dan 2022. Pemain yang juga polisi wanita aktif itu pun hanya dapat enam poin dan kalah.

Meski begitu, Putri KW tetap tak akan kembali ke Indonesia dengan tangan hampa. Dia bakal membawa medali perunggu, sekaligus satu-satunya medali yang diraih tim Indonesia dari Kejuaraan Dunia 2025 di Paris, Prancis.

Selain itu, keberhasilan Putri KW mendapatkan perunggu ini sekaligus mengakhiri penantian panjang tunggal putri Indonesia dalam mendapatkan medali Kejuaraan Dunia. Terakhir ada pemain di sektor tersebut yang dapat medali perunggu adalah Lindaweni Fanetri di Kejuaraan Dunia 2015.

Saat itu Lindaweni mengunci medali perunggu usai berhasil melaju ke semifinal Kejuaraan Dunia 2015. Dia lolos ke empat besar usai mengalahkan Tai Tzu Ying lewat aksi come back fantastis dengan menyelamatkan enam match point di gim kedua. Lindaweni menang 14-21, 22-20, 21-12 di laga tersebut.

Sementara di babak empat besar, langkah Lindaweni kala itu dihentikan oleh unggulan kedua dari India, Saina Nehwal. Lindaweni menyerah dengan skor 17-21, 17-21.

Putri KW pun kini mengulangi capaian yang ditorehkan Lindaweni Fanetri untuk tunggal putri Indonesia. Keberhasilan ini setidaknya jadi pelepas dahaga prestasi sektor tersebut dalam ajang besar.

 Baca Juga: Rumah Aset MPR RI di Bandung Dibakar Massa, Siti Fauziah Sayangkan Aksi Anarkis

Adapun terakhir kali ada pemain Merah Putih dari sektor yang sama yang berhasil menjadi juara dunia pada 1993 atas nama Susy Susanti. Selain Susy, ada juga Verawaty Fadjrin yang berhasil jadi juara dunia tunggal putri pada 1980.***

Editor : Edwar Yaman
#semifinal #akane yamaguchi #bulutangkis #Kejuaraan Dunia 2025 #medali perunggu #Putri KW