MANCHESTER (RIAUPOS.CO) - Tahun 2025 yang penuh gejolak bagi Manchester United berakhir dengan hasil buruk saat mereka ditahan imbang 1-1 oleh tim juru kunci Wolves di Old Trafford, Rabu (31/12/2025) dini hari WIB. Pelatih Rob Edwards meraih poin pertama sejak mengambil alih kepemimpinan Wolves.
Tiga minggu setelah menang 4-1 di Molineux, tim asuhan Ruben Amorim kesulitan tanpa kehadiran pencetak gol malam itu, Bruno Fernandes, Bryan Mbeumo, dan Mason Mount. Manchester United kehilangan delapan pemain senior, begitu pula Wolves yang sedang terpuruk. Mereka bangkit dari gol pembuka Joshua Zirkzee melalui pemain yang defleksinya mengirim bola masuk ke gawang.
Ladislav Krejcí menyamakan kedudukan untuk tim tamu tepat sebelum jeda dan terbukti cukup untuk mengakhiri 11 kekalahan beruntun di Liga Premier.
Para penggemar Wolves bersorak gembira untuk tim mereka saat pertandingan ke-19 dari musim yang menyedihkan ini membawa poin ketiga dan hasil positif pertama di bawah kepemimpinan Edwards.
Sedangkan untuk United, tim asuhan Amorim gagal membangun momentum dari kemenangan Boxing Day melawan Newcastle dan gol Patrick Dorgu di menit ke-90 dianulir karena offside. Tak heran jika peluit akhir diiringi sorakan ejekan.
Wolves selamat dari beberapa ancaman awal saat Setan Merah kembali menggunakan formasi tiga bek setelah bermain dengan empat bek di pertandingan sebelumnya, dengan Benjamin Sesko melepaskan tembakan yang sedikit melenceng setelah melakukan putaran cerdas.
Namun, anak asuh Edwards terlihat lebih kompak sebagai sebuah tim dibandingkan saat kedua tim bertemu awal bulan ini, dan tertinggal dalam situasi yang kurang menguntungkan pada menit ke-27.
Ayden Heaven dengan brilian merebut bola dari Hwang Hee-chan dan langsung menuju kotak penalti, di mana bola jatuh ke Zirkzee yang kemudian melepaskan tembakan yang mengenai Krejci dan membuat Sa tidak berdaya.
Sesko melepaskan sundulan yang berhasil ditepis dan satu lagi membentur tiang gawang saat United berusaha mencetak gol kedua dengan cepat, dengan Dorgu melepaskan tembakan keras yang sedikit melenceng.
Namun, seperti yang sering terjadi pada United, ketidakmampuan untuk memanfaatkan peluang terbukti merugikan. Hwang melepaskan tembakan yang melenceng dan Tolu Arokodare melepaskan sundulan yang melambung di atas gawang, sementara Senne Lammens menggagalkan peluang Hugo Bueno dengan kakinya sebelum akhirnya kebobolan pada menit ke-45.
Zirkzee menyundul bola dari sepak pojok kanan dan melambung ke atas, yang kemudian dengan cerdik disundul oleh Krejci yang tak terkawal ke gawang di depan tribun Stretford End.
Para pendukung Old Trafford mengungkapkan kekecewaan mereka saat jeda, dengan Jack Fletcher menggantikan Zirkzee saat tuan rumah berusaha mengendalikan babak kedua.
Sesko menyia-nyiakan peluang besar ketika menyambut umpan lambung indah Casemiro dengan sundulan langsung ke arah Sa, yang secara ajaib pulih dari cedera ringan untuk mencegah Yerson Mosquera mencetak gol bunuh diri.
Kiper Wolves berhasil menepis bola dari garis gawang dan tak lama kemudian Lammens melakukan intervensi penting di sisi lain lapangan. Pemain yang baru didatangkan di musim panas itu menghentikan Krejci mencetak gol keduanya malam itu, kemudian entah bagaimana berhasil mencegah Mosquera menyentuh bola liar dengan sempurna.
"Serang, serang, serang" bergema di Old Trafford yang frustrasi saat para penggemar United meminta lebih banyak dari tim mereka, dengan Bendito Mantato yang berusia 17 tahun diberikan debutnya saat Amorim mencari pemain di bangku cadangan.
Keputusasaan dari kedua tim terlihat jelas di menit-menit akhir, dengan Jhon Arias hampir mencetak gol di bawah tekanan sebelum Dorgu gagal mencetak gol kemenangan yang dramatis.
Bek sayap itu mencetak gol setelah Sa menepis tendangan rendah Sesko, tetapi bendera dikibarkan karena offside. Sorakan ejekan saat peluit akhir dibunyikan kontras dengan nyanyian pendukung Wolves yang meneriakkan "kami telah memenangkan satu poin".***
Editor : Edwar Yaman