PEKANBARU (RIAU POS.CO) - Lampu Stadion Kaharuddin Nasution akan kembali menyala pada Jumat (23/1/2026) pukul 19.00 WIB, besok.
Di bawah sorotan cahaya dan dukungan suporter dan masyarakat Riau, PSPS Pekanbaru bersiap menghadapi salah satu laga paling emosional menjamu Adhyaksa FC Banten pada pekan ke-17 Pegadaian Championship 2025-2026.
Bagi PSPS, pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin. Ada luka lama yang ingin disembuhkan, ada harga diri yang ingin ditegakkan.
Pasalnya, pada pertemuan putaran pertama, Askar Bertuah harus menelan pil pahit kekalahan telak 3-7 di markas Adhyaksa FC Banten.
Kekalahan itu masih membekas terutama sebagai catatan kelam bagi lini pertahanan PSPS. Kini situasinya berbeda. PSPS Pekanbaru datang dengan wajah baru dan semangat yang tak sama.
Meski masih tertahan di peringkat kedelapan klasemen Grup Barat dengan 20 poin dari 16 laga, PSPS perlahan menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Kemenangan 2-0 atas Persekat Tegal pada pekan sebelumnya menjadi suntikan moral yang sangat berarti.
Dua gol kemenangan itu dicetak Asir di menit ke-7 dan penyerang anyar Antonio Gamaroni di menit ke-89 menjadi simbol awal era baru PSPS. Era yang dibangun lewat perombakan skuad besar-besaran di paruh musim.
Pelatih PSPS Pekanbaru, Aji Santoso, tak menampik bahwa kekalahan besar di putaran pertama menjadi titik evaluasi. Fokus utama pembenahan diarahkan ke sektor belakang.
Manajemen pun bergerak cepat mendatangkan pemain-pemain anyar, termasuk Dendi Agustian Maulana, Achmad Riyadi, dan Hendika Pratama. Dua pemain asing baru, Antonio Gamaroni dan Francis Yaghr, turut melengkapi puzzle kekuatan tim.
"Kondisi pemain saat ini sangat baik. Besok menjadi laga kandang terakhir di putaran kedua dan mudah-mudahan bisa menjadi modal yang bagus,"ujar Aji Santoso dalam konferensi pers, pada Kamis (22/1/2026) di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai Pekanbaru.
Meski mengakui kekuatan Adhyaksa FC Banten yang kini bertengger di posisi kedua klasemen dengan 29 poin, Aji menegaskan PSPS tidak dtanpa persiapan. Beberapa sesi latihan khusus telah dilakukan untuk mengantisipasi kekuatan lawan, terutama di lini depan.
"Kita tahu Adhyaksa FC Banten memiliki kualitas pemain yang bagus, apalagi dengan tambahan pemain baru. Tapi kami sudah mengantisipasi. Di laga kandang terakhir putaran kedua ini kami ingin happy ending," ucapnya penuh optimisme.
Optimisme itu juga dirasakan para pemain. Ilham Syafri, salah satu pilar PSPS, menegaskan bahwa tim siap memberikan penampilan terbaik di hadapan pendukung sendiri.
"Semoga kami bisa menampilkan yang terbaik besok," ujarnya singkat.
Di sisi seberang, Adhyaksa FC Banten tak datang ke Pekanbaru sebagai tim yang gentar. Pelatih mereka, Ade Suhendra, menyadari PSPS kini jauh berbeda dibanding pertemuan pertama. Banyak perubahan, banyak kejutan.
"PSPS saat ini mengalami banyak perubahan. Kami akan mencoba bermain sebaik mungkin dan mengantisipasi apa yang akan mereka lakukan. Kami akan bermain maksimal untuk hasil terbaik,"kata Ade.
Pertandingan ini pun diprediksi berlangsung ketat. PSPS membawa misi balas dendam dan pengamanan poin kandang, sementara Adhyaksa FC Banten mengincar kemenangan demi terus menekan puncak klasemen Grup Barat.
Stadion Kaharuddin Nasution akan menjadi saksi apakah PSPS Pekanbaru mampu menutup laga home putaran kedua dengan senyum, atau justru Adhyaksa FC Banten kembali mencuri poin.
Editor : M. Erizal