Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Duo Finalis Jalani Jalur Kritis

jpg • Jumat, 30 Januari 2026 | 10:50 WIB

Pemain Paris Saint-Germain, Ousmane Dembele gagal mengeksekusi penalti saat menghadapi Newcastle United pada matchday 8 Liga Champions di Parc des Princes, Paris, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB.
Pemain Paris Saint-Germain, Ousmane Dembele gagal mengeksekusi penalti saat menghadapi Newcastle United pada matchday 8 Liga Champions di Parc des Princes, Paris, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB.


PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Finalis Liga Champions bukan garansi bisa mudah merebut tiket lolos ke fase knockout atau babak 16 besar Liga Champions musim ini. Paris Saint-Germain (PSG) dan Inter Milan, finalis musim lalu (2024–2025), maupun Real Madrid dan Borussia Dortmund/BVB, finalis dua musim lalu (2023–2024) gagal merebut delapan slot lolos otomatis ke 16 besar.

PSG sebagai juara bertahan gagal menyodok delapan besar setelah tertahan 1-1 di depan publiknya sendiri di Parc des Princes, Paris, melawan Newcastle United. Sementara Inter tetap gagal meski menekuk BVB di Signal Iduna Park, Dortmund,  dengan dua gol tanpa balas.

Di sisi lain, Real sebagai tim tersukses Liga Champions (15 gelar) diperdaya tuan rumah SL Benfica 2-4 di Estadio da Luz, Lisbon. Kekalahan Los Merengues – julukan Real - terasa menyakitkan karena Benfica dilatih mantan pelatih mereka, Jose Mourinho.

Antisipasi Lawan AS Monaco

Les Parisiens – julukan PSG –tinggal menunggu hasil pengundian pada Ahad (1/2) dini hari WIB untuk memastikan siapa lawan di playoff. Pilihannya antara duel sesama klub Ligue 1 alias kontra AS Monaco atau melawan klub Azerbaijan, Qarabag FK.

Baca Juga: Pengguna Jalan Tentukan Keselamatan Berkendaraan Secara Mandiri

Bagi entraineur PSG Luis Enrique, ini jadi kali kedua dia membawa klubnya main di playoff knockout. Musim lalu, PSG lolos ke 16 besar setelah memenangi derbi Prancis lawan Stade Brestois dalam playoff knockout. Kans menghadapi AS Monaco pun sudah diantisipasi oleh Enrique.

’’Mereka (AS Monaco) bisa bermain beda di Eropa. Kami harus bermain lebih bagus dan mendapatkan hasil yang lebih baik pula,” kata Lucho – sapaan akrab Enrique – seperti dilansir dari RMC Sport.

Pilihan Sulit untuk Nerazzurri

Pilihan tidak mudah juga didapatkan Inter. Klub berjuluk Nerazzurri itu harus dihadapkan dengan dua pilihan. Yaitu menyambut kepulangan mantan allenatore mereka, Jose Mourinho, yang membesut Benfica, atau melawan FK Bodo/Glimt. Klub terakhir sukses membuat kejutan setelah menaklukkan Manchester City dan Atletico Madrid dalam dua matchday terakhir fase league.

’’Aku belum memikirkannya (bertemu Mourinho, Red). Sekarang, aku hanya memikirkan (laga) melawan (Davide) Nicola (allenatore US Cremonese, Red) pada Ahad. Itu laga yang penting bagi kami,’’ kata allenatore Inter Cristian Chivu dilansir dari Tuttomercatoweb. Chivu notabene pernah jadi anak asuh Mourinho di Inter pada 2008–2010.

Baca Juga: Sejak Hari Pertama Bencana, PTPN IV PalmCo Konsisten Dampingi Pemulihan Aceh Tamiang

Mencoreng Wajah Italia

Dalam format fase league, baru musim ini tidak satu pun klub wakil Italia lolos langsung ke fase knockout. Musim lalu, Inter jadi wakil Italia satu-satunya yang lolos langsung. Musim ini, Inter bersama Juventus dan Atalanta BC harus melakoni playoff knockout.

Yang ironis, SSC Napoli sebagai peraih scudetto Serie A musim lalu malah jadi satu-satunya wakil Italia yang tersisih dari Liga Champions musim ini. Koefisien Serie A pun melorot dengan kegagalan keempat wakilnya lolos langsung ke fase knockout.(ren/dns/jpg/muh)

Laporan JPG, Jakarta

Editor : Arif Oktafian
#Les Parisiens #Paris Sain-Germain #knockout #liga champions