JAKARTA (RIAUPOS.CO) - BWF merombak struktur BWF World Tour. Dan, Indonesia Open menjadi salah satu turnamen yang terdampak kebijakan tersebut. Turnamen bulutangkis bergengsi di Indonesia tersebut kini resmi menerapkan format Super 1000. Yakni, dengan durasi penyelenggaraan 11 hari.
Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menyatakan dukungan penuh terhadap penerapan format baru tersebut. Kebijakan itu dinilai sejalan dengan arah pengembangan bulutangkis dunia yang dicanangkan BWF.
Kepala Bidang Luar Negeri PP PBSI Bambang Roedyanto mengatakan, perubahan durasi menjadi lebih panjang memang berdampak pada meningkatnya biaya operasional penyelenggaraan. Namun, PBSI memandang langkah tersebut sebagai investasi jangka panjang.
”Dari sisi penyelenggara, penerapan durasi 11 hari tentu berdampak pada meningkatnya biaya operasional karena waktu pelaksanaan yang lebih panjang. Namun PBSI memandang hal ini sebagai investasi jangka panjang untuk mempertahankan posisi Indonesia Open sebagai turnamen premier dunia, sekaligus menghadirkan standar penyelenggaraan yang sejalan dengan arah global BWF,” ujar Bambang. Editor : Arif Oktafian