Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Perbasi Riau Gelar Penataran Pelatih dan Wasit Lisensi C serta Coaching Clinic 3x3 di Tiga Daerah

Dofi Iskandar • Minggu, 29 Maret 2026 | 17:50 WIB

Zulhendri
Zulhendri

PEKANBARU (RIAU POS.CO) - Pengurus Provinsi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Pengprov Perbasi) Riau terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di cabang olahraga bola basket.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar Penataran Pelatih dan Wasit Lisensi C serta Coaching Clinic 3x3 yang akan dilaksanakan di tiga kabupaten/kota di Riau.

Ketua Umum Pengprov Perbasi Riau, Zulhendri, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menjawab tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga basket di Provinsi Riau.

"Kita melihat antusiasme basket di Riau sangat luar biasa. Perkembangannya tidak hanya di Pekanbaru, tetapi juga sudah merata hingga ke kabupaten dan kota di Riau,"ujarnya, Ahad (29/3/2026).

Adapun pelaksanaan kegiatan ini akan dibagi dalam tiga tahap. Tahap pertama akan digelar di Kabupaten Bengkalis pada 3-5 April 2026. Selanjutnya di Kabupaten Kuantan Singingi pada 10-12 April 2026, dan tahap terakhir di Kabupaten Kampar pada 17-19 April 2026.

Zulhendri menjelaskan, selama ini penyelenggaraan kejuaraan basket di daerah masih sangat bergantung pada sumber daya dari Pekanbaru, khususnya dalam hal penyediaan wasit. Kondisi tersebut menyebabkan biaya penyelenggaraan menjadi lebih tinggi.

"Selama ini daerah yang ingin melaksanakan kejuaraan masih terfokus ke Pekanbaru, terutama untuk mendatangkan wasit. Ini tentu berdampak pada tingginya biaya. Dengan adanya penataran ini, kita berharap setiap daerah bisa memiliki wasit sendiri sehingga biaya bisa lebih efisien," jelasnya.

Selain wasit, Perbasi Riau juga menaruh perhatian besar terhadap kualitas pelatih. Menurutnya, pelatih yang memiliki lisensi sangat penting untuk memastikan pembinaan atlet berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

"Ke depan, pelatih di masing-masing sekolah atau klub harus memiliki lisensi. Karena dalam olahraga basket, semua aturan itu baku. Tanpa pemahaman yang baik, tentu akan sulit menerapkan permainan yang sesuai aturan,"tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa ke depan, setiap atlet yang mengikuti kejuaraan wajib didampingi oleh pelatih yang telah memiliki lisensi resmi. Hal ini sejalan dengan standar nasional dalam pembinaan olahraga basket.

Untuk mendukung tingginya minat peserta, panitia memberikan keringanan biaya pendaftaran. Dari biaya normal sebesar Rp1.000.000, peserta hanya dikenakan setengah harga atau mendapatkan diskon 50 persen.

Bahkan, untuk dua pendaftar pertama di setiap kabupaten/kota, panitia memberikan fasilitas gratis.

"Ini bentuk dukungan kita agar semakin banyak pelatih dan wasit yang memiliki lisensi. Kita ingin pemerataan kualitas SDM basket di seluruh Riau," ujar Zulhendri.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Riau Pos yang selama ini aktif menyelenggarakan Honda School Basketball League (HSBL) di berbagai daerah.

"Alhamdulillah, kita mendapat support dari Riau Pos, karena mereka juga membutuhkan banyak wasit untuk event HSBL yang rutin digelar setiap tahun di daerah-daerah," tutupnya.

Bagi masyarakat atau pelaku olahraga basket yang berminat mengikuti kegiatan ini, dapat menghubungi panitia melalui nomor 0821-7285-6630 atau 0882-7171-4024.

Editor : M. Erizal
#perbasi #penataran pelatih #coaching clinic #pelatihan wasit