Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Gianluigi Buffon dan Gabriele Gravina Resmi Mundur Usai Italia Gagal Melaju ke Piala Dunia 2026

Redaksi • Jumat, 3 April 2026 | 15:36 WIB
Gianluigi Buffon. (Instagram)
Gianluigi Buffon. (Instagram)

 

RIAUPOS.CO - Dua tokoh penting Itali mundur setelah negara itu dipastikan gagal lolos ke Piala Dunia 2026. 

Italia sebelumnya juga absen di Piala Dunia tahun 2018 dan 2022. Situasi ini menjadi sejarah kelam tersendiri, mengingat Italia merupakan salah satu negara tersukses dalam sejarah sepak bola dunia.

Ketua federasi sepak bola Italia, Gabriele Gravina, resmi mengundurkan diri setelah Gli Azzurri gagal menembus putaran final untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Baca Juga: Pembangunan Jembatan Merah Putih Kembali Dimulai, Menghubungkan Desa Logas-Ligas Hilir

 Gravina mengumumkan pengunduran dirinya usai menggelar rapat di markas Federazione Italiana Giuoco Calcio di Roma.

Ia telah menjabat sejak 2018 dan sempat membawa Italia meraih trofi UEFA Euro 2020, yang menjadi pencapaian terbesar selama masa kepemimpinannya.

Namun, keberhasilan tersebut tak cukup menutup kekecewaan publik atas kegagalan beruntun di ajang Piala Dunia.

Baca Juga: Pekan Depan, 186 JCH Kuansing Ikuti Manasik Kabupaten

Italia sebelumnya disingkirkan Bosnia-Herzegovina melalui drama adu penalti dengan skor 4-1 di babak play-off.

Tak lama berselang, legenda hidup Italia, Gianluigi Buffon, ikut memutuskan mundur dari jabatannya sebagai kepala delegasi tim nasional.

Buffon menyebut keputusan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral. Ia menilai kegagalan membawa Italia kembali ke Piala Dunia menjadi alasan kuat untuk memberikan ruang bagi sosok baru.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini, Jumat 3 April 2026, Turun Rp 65 Ribu, Dibanderol Rp 2.857.000 Per Gram

Setelah memutuskan untuk mengundurkan diri, Gianluigi Buffon menuliskan pesan perpisahan di sosial medianya. Legenda timnas Italia tersebut sebenarnya ingin langsung mundur dari jabatannya setelah negaranya gagal lolos ke Piala Dunia 2026.

Namun, Gianluigi Buffon harus menunggu terlebih dahulu pengunduran diri dari Presiden FIGC Gabriele Gravina. Setelah itu, dirinya memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Delegasi.

"Mengundurkan diri semenit setelah pertandingan melawan Bosnia berakhir adalah tindakan mendesak, tindakan yang datang dari lubuk hati saya. Sespontan air mata dan rasa sakit di hati saya yang saya tahu saya rasakan bersama kalian semua. Saya diminta menunggu agar semua orang bisa melakukan refleksi yang tepat," tulis Buffon di Instagram.

Baca Juga: Ngeri, Cucu di Siak Gorok Leher Nenek Kandung hingga Tewas, Bawa Kabur Uang dan Perhiasan

"Sekarang setelah Presiden Gravina memilih untuk mundur, saya merasa bebas untuk melakukan apa yang saya anggap sebagai tindakan yang bertanggung jawab, karena, meskipun saya sangat percaya bahwa kita telah membangun banyak hal dalam hal semangat tim dan kekompakan tim bersama Rino Gattuso dan semua kolaboratornya, dalam waktu yang sangat singkat yang tersedia untuk tim nasional, tujuan utama adalah membawa Italia kembali ke Piala Dunia. Dan kami tidak berhasil," lanjutnya.

Mantan kiper legendaris itu juga menginginkan agar orang yang menggantikannya adalah orang yang tepat. Selama menjabat, Buffon menjadi penghubung bagi pemain muda ke timnas U-21 hingga timnas senior.

"Adalah tepat untuk memberi kebebasan kepada mereka yang datang setelah saya untuk memilih orang yang mereka anggap paling tepat untuk mengisi peran saya. Mewakili tim nasional adalah suatu kehormatan dan gairah yang telah memakan pikiran saya sejak kecil," ujar Buffon.

Baca Juga: Gempa M7,6 Sulawesi Utara dan Maluku Utara Diikuti 233 Gempa Susulan, Ini Dampak Guncangan di Dua Provinsi Tersebut

"Saya telah mencoba untuk merangkul peran saya dengan mengerahkan seluruh energi saya, meneliti setiap aspek tim untuk menjadi penghubung, katalisator untuk dialog dan sinergi antara berbagai tim muda, dan berupaya, bersama dengan berbagai manajer, untuk menyusun proyek yang dimulai dari pemain yang sangat muda dan meluas hingga tim nasional U21," jelasnya.

 Mantan kiper berusia 48 tahun itu juga menekankan bahwa ia telah menambahkan orang-orang berpengalaman ke dalam struktur organisasi yang bisa menumbuhkan budaya meritokrasi.

"Semua ini dilakukan untuk memikirkan kembali cara melatih talenta-talenta tim nasional senior masa depan. Saya meminta dan memperoleh keterlibatan beberapa tokoh kunci yang sangat berpengalaman, yang, bersama dengan keterampilan yang ada, sedang mewujudkan perubahan-perubahan yang diperlukan ini dengan visi jangka menengah dan panjang," terangnya.

Baca Juga: Kelangkaan BBM di Bengkalis Masih Berlanjut

"Hal ini karena saya percaya pada politik meritokrasi dan tentang spesialisasi pekerjaan. Terserah kepada mereka yang berwenang untuk menilai kebijaksanaan dari pilihan-pilihan ini. Aku menyimpan semuanya di hatiku, dengan rasa syukur atas hak istimewa dan pelajaran yang, bahkan dalam epilognya yang menyakitkan, pengalaman intens ini berikan kepadaku," tutup eks kiper Juventus itu.

Editor : M. Erizal
#piala dunia 2026 #gianluigi buffon #italia gagal ke piala dunia