PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Penataran pelatih dan wasit Lisensi C serta Coaching Clinic 3x3 yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Riau resmi ditutup pada Ahad (19/4) di Sport Center Bangkinang, Kabupaten Kampar.
Kegiatan ini diikuti oleh 24 peserta yang terdiri dari 16 pelatih dan 8 wasit. Para peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru, tetapi juga dari sejumlah daerah lain seperti Siak.
Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pengembangan olahraga bola basket di Provinsi Riau.
Ketua panitia pelaksana yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang SDM DPD Perbasi Riau Jeffry Sinaga menyampaikan, penataran yang digelar di Bangkinang ini merupakan tahap akhir dari rangkaian kegiatan serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan di Bengkalis dan Kuantan Singingi.
Baca Juga: Insiden Tujuh Pembalap Tewaskan Miettinen
“Harapan kami, para peserta dapat menularkan ilmu yang diperoleh kepada pelatih dan wasit lainnya di daerah masing-masing. Selain itu, mereka juga diharapkan aktif berpartisipasi dalam berbagai iven basket yang saat ini semakin banyak digelar,” ujarnya.
Penataran yang berlangsung selama tiga hari, dari 17 hingga 19 April, berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti.
Materi yang diberikan mencakup peningkatan kapasitas kepelatihan, pemahaman peraturan pertandingan, serta pengembangan teknik dalam permainan bola basket, termasuk format 3x3 yang kini semakin populer.
Baca Juga: Bakal Absen di Piala Dunia 2026
Jeffry juga mengungkapkan, beberapa peserta, khususnya dari kalangan wasit, menunjukkan minat untuk melanjutkan ke jenjang lisensi yang lebih tinggi, yakni Lisensi B.
Hal ini menjadi indikator positif terhadap semangat peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang perwasitan. “Kami berharap para peserta tidak hanya berhenti pada penataran ini saja. Ketika ada iven di daerah, mereka harus siap terlibat dan mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan,” tambahnya.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, DPD Perbasi Riau optimistis kualitas pelatih dan wasit di daerah akan semakin meningkat, sehingga mampu mendukung kemajuan dan prestasi olahraga bola basket di Riau ke depannya.(dof)