Brighton and Hove (RIAUPOS.CO) - Hujatan terdengar dari tribun tandang American Express Stadium setelah Jack Hinshelwood mencetak gol kedua Brighton & Hove Albion ke gawang Chelsea Rabu (22/4). Chelsea mengakhiri laga pada matchweek ke-34 Premier League itu dengan kalah 0-3.
Kekalahan ketiga dalam tiga laga terakhir Chelsea di Premier League setelah 0-3 kontra Manchester City (12/4) dan 0-1 oleh Manchester United (19/4). Rentetan hasil buruk itu meningkatkan tekanan suporter kepada tactician Liam Rosenior.
Itu karena The Blues-sebutan Chelsea-berubah dari klub yang bersaing di zona Liga Champions (lima besar) ke persaingan zona Eropa (saat ini menempati peringkat ketujuh atau hanya lolos ke Liga Konferensi Europa). “Liam Rosenior akan sangat sulit bertahan dari situasi ini,” kata pandit Sky Sports Tim Sherwood.
Terpisah, Rosenior menyalahkan performa pemain atas kekalahan kemarin. “Performa (pemain, red) tidak bisa diterima dalam setiap aspek permainan, tidak bisa diterima,” ucapnya seperti dikutip dari BBC. “(Selama in) saya terus membela para pemain, tapi hasil ini tidak bisa dibela,” imbuh pelatih pengganti Enzo Maresca per 8 Januari lalu.
Dalam laga kemarin, Rosenior mencoba perubahan taktik dengan berbagai variasi formasi. Seperti memainkan 4-4-1-1 menggantikan 4-2-3-1. Memainkan gelandang Enzo Fernandez sebagai second striker tidak berjalan efektif. Rosenior melakukannya karena opsi lini serang berkurang dengan cederanya dua pemain reguler, gelandang serang Cole Palmer dan striker Joao Pedro.
Meski begitu, Rosenior merasa persoalan utama bukan terletak pada taktik, melainkan aspek mendasar. “Saya bisa bicara soal taktik, tetapi setelah melakukan hal-hal dasar (dengan benar) seperti memiliki keberanian untuk memainkan bola maupun memenangkan duel dan tekling. Pada kenyataannya, kami justru kebobolan gol-gol yang buruk,” keluhnya.(ka/dns/gem)
Laporan JPG, Brighton and Hove
Editor : Arif Oktafian