Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Manchester City Gagal Meraih Gelar Liga Premier Inggris, Erling Haaland Ungkapkan Kemarahannya

Edwar Yaman • Kamis, 21 Mei 2026 | 08:36 WIB
Meskipun menjadi pencetak gol terbanyak Liga Premier, Erling Haaland tidak mampu membawa Manchester City meraih gelar juara. (Michael Regan/Getty Images)
Meskipun menjadi pencetak gol terbanyak Liga Premier, Erling Haaland tidak mampu membawa Manchester City meraih gelar juara. (Michael Regan/Getty Images)

 

MANCHESTER (RIAUPOS.CO) - Erling Haaland mendesak Manchester City untuk menggunakan rasa sakit karena gagal meraih trofi Liga Premier untuk tahun kedua berturut-turut sebagai bahan bakar untuk tantangan gelar musim depan.

Arsenal dinobatkan sebagai juara untuk pertama kalinya sejak 2004 setelah City yang berada di posisi kedua ditahan imbang 1-1 di Bournemouth pada Selasa malam.

Haaland menyamakan kedudukan pada menit kelima waktu tambahan di Stadion Vitality untuk membatalkan gol pembuka babak pertama Junior Kroupi, tetapi tim Pep Guardiola tidak dapat menemukan gol kemenangan di menit-menit terakhir untuk membawa persaingan gelar ke hari terakhir.

"Setiap pertandingan di Liga Premier itu sulit. Kami sudah berusaha, tetapi itu tidak cukup," kata Haaland dalam sebuah wawancara dengan City Studios.

Baca Juga: Unai Emery Bergabung dengan para Legenda setelah Raih Gelar Kelimanya di Liga Europa 

"Seluruh klub harus menggunakan ini sebagai motivasi sekarang. Kami harus marah, kami harus merasakan semangat membara di dalam diri kami karena ini tidak cukup baik. Sudah dua tahun berlalu, rasanya seperti selamanya.”

"Kami akan melakukan segala yang kami bisa. Semua orang yang akan berada di sini musim depan, untuk memenangkan liga."

City melakukan perjalanan ke pantai selatan tiga hari setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Piala FA dan di tengah pembicaraan bahwa manajer Guardiola akan pergi setelah pertandingan kandang hari Minggu melawan Aston Villa.

 Baca Juga: Pelatih Unai Emery Kembali Tunjukkan Kemampuannya Bawa Aston Villa Juara Liga Europa

Pelatih asal Spanyol itu, yang masih memiliki sisa kontrak satu tahun, memberikan sedikit kejelasan tentang masa depannya dalam konferensi pers pasca pertandingan.

Setelah gagal memenangkan trofi besar musim lalu, City akan mengakhiri musim ini dengan dua trofi, setelah juga mengangkat Piala Carabao.

"Semuanya relatif. Musim ini lebih baik daripada musim lalu," kata Haaland.

"Saya merasa kami masih bisa sedikit lebih berjuang di liga, tetapi sekarang sudah berakhir. Kami memenangkan dua trofi, yang penting, tetapi kami juga menginginkan Liga Premier."

Bournemouth menyia-nyiakan banyak peluang untuk memastikan kemenangan sebelum Haaland menyamakan kedudukan dengan gol ke-27-nya di liga musim ini.

 Baca Juga: Turun ke Desa Logas Hilir, Komisi II DPRD Kuansing Ingatkan PT PCS Jaga Lingkungan dan Aturan

"Tidak pernah mudah untuk datang ke sini, terutama setelah final melawan tim yang sangat bagus," tambah pemain internasional Norwegia itu.

"Final selalu lebih emosional, selalu lebih sulit karena Anda secara otomatis memberikan lebih banyak. Jadwalnya berat. Tidak ada alasan. Tetapi tidak mudah untuk datang ke Bournemouth setelah bermain di Wembley di final Piala FA."***

Editor : Edwar Yaman
#ARSENAL #Manchester City #Erling Haaland #liga premier inggris #bournemouth