PARIS (RIAUPOS.CO) - Jakub Mensik kolaps di lapangan setelah menang 6-3, 2-6, 6-4, 1-6, 7-6(13-11) atas Mariano Navone dalam babak kedua grand slam French Open Roland Garros kemarin (28/5). Petenis asal Republik Ceko itu tumbang setelah menjalani pertandingan selama empat jam 41 menit di tengah suhu mencapai 34 derajat Celsius.
Navone sempat menghampiri untuk membantu lawannya bangkit. Tetapi, Mensik tidak mampu berdiri dan harus mendapatkan penanganan medis di lapangan. Karena kram menyeluruh, petenis 20 tahun itu kemudian harus dibawa dengan kursi roda menuju ruang ganti.
“Ketika saya memukul terakhir, semua emosi keluar dan tubuh saya langsung mati,” ujar Mensik dikutip dari The Guardian. “Gila bermain dalam cuaca seperti ini. Apalagi, langsung di bawah matahari. Bermain lebih dari empat setengah jam benar-benar gila,” lanjutnya.
Baca Juga: Dembele Samai Ibra dan Mbappe
Cuaca panas di Roland Garros pekan ini juga mendapat sorotan dari Novak Djokovic. Petenis Serbia itu mengaku kehabisan banyak energi saat mengalahkan Valentin Royer. Dia butuh waktu hampir empat jam untuk menang 6-3, 6-2, 6-7(7), 6-3.
Solusinya, Djokovic meminta penyelenggara mempertimbangkan lebih banyak pertandingan malam ketika suhu terlalu ekstrem. “Apakah ideal untuk bertanding hingga lewat tengah malam? Tentu tidak. Tetapi jika ada hari-hari tertentu dengan cuaca yang sangat panas dan kondisi yang ekstrem, mungkin itu sesuatu yang perlu dipertimbangkan,” bebernya.
Baca Juga: Ajak Junior Main Game
Sementara itu, petenis putri Elena Rybakina menyebut kondisi panas di Paris membuat permainannya sulit dikendalikan. Petenis nomor dua dunia itu secara mengejutkan tersingkir di babak kedua oleh Yulia Starodubtseva.
“Saya tidak akan mengatakan bahwa panas adalah masalah utama. Masalahnya lebih pada bagaimana cuaca memengaruhi bola dan betapa sulit mengendalikannya. Bola sangat ringan, dan jujur saja, saya sangat kesulitan menemukan pukulan yang tepat,” bebernya.(ka/dns/jpg)
Editor : Arif Oktafian