Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Australia Akan Menghadapi Mesir di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Edwar Yaman • Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:34 WIB

 

Australia yang bermain imbang 0-0 dengan Paraguay di laga terakhir akan menghadapi Mesir di babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah Mohamed dkk finis sebagai runerr-up grup. (FIFA)
Australia yang bermain imbang 0-0 dengan Paraguay di laga terakhir akan menghadapi Mesir di babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah Mohamed dkk finis sebagai runerr-up grup. (FIFA)

(RIAUPOS.CO) – Australia akan menghadapi Mesir di babak 32 besar Piala Dunia FIFA, setelah kemenangan Belgia 5-1 atas Selandia Baru dan hasil imbang dramatis 1-1 The Pharaoh (julukan Mesir) dengan Iran. Mesir pun ke posisi kedua di Grup G, kalah selisih gol.

Australia mengamankan posisi kedua di Grup D dan tempat di babak gugur setelah hasil imbang 0-0 dengan Paraguay sehari sebelumnya. Hanya saja Socceroos belum mengetahui siapa yang akan mereka hadapi di Dallas, Texas, pada 3 Juli, dengan keempat tim Belgia dan Selandia Baru, serta Iran dan Mesir, dapat finis di posisi kedua tergantung pada hasil pertandingan.

Lawan mereka melakukan pergantian pemain sebanyak tujuh kali sepanjang malam, dan tiga kali dalam 10 menit terakhir dari kedua pertandingan.

Baca Juga: Kolaborasi Strategis PLN UIP Sumbagteng dan Kejati Kepri Kawal Proyek Ketenagalistrikan

Belgia pertama kali menggeser Iran ke posisi kedua ketika Mahmoud Saber membawa Mesir unggul setelah hanya lima menit, kemudian kembali ke Tim Melli ketika Ramin Rezaeian menyamakan kedudukan, lalu kembali ke Eropa ketika Leandro Trossard membawa mereka unggul. Mesir kemudian jatuh ke posisi tersebut ketika Kevin De Bruyne memberi Setan Merah (julukan Belgia) keunggulan tiga gol.

Gol Elijah Just pada menit ke-84 yang membuat skor menjadi 3-1 sempat membuat Mesir kembali memimpin grup berdasarkan jumlah gol yang dicetak, hanya untuk Romelu Lukaku yang masuk dari bangku cadangan dan membuat skor menjadi 4-1 hanya dua menit kemudian.

Skor hampir 1-2 ketika Shoja Khalilzadeh mencetak gol pada menit ke-93 untuk Iran, yang tampaknya akan membuka jalan bagi pertemuan pertama antara Socceroos dan Iran sejak pertandingan play-off kualifikasi Piala Dunia antarbenua yang terkenal pada tahun 1997, namun intervensi VAR membatalkan gol tersebut karena offside. Tim asuhan Amir Ghalenoei juga dua kali membentur tiang gawang di waktu tambahan tetapi tidak dapat menemukan gol kemenangan.

Baca Juga: Paradoks Gambut Pesisir Riau yang “Kehausan”

Meskipun Belgia dan Mesir sama-sama menyelesaikan babak penyisihan grup tanpa terkalahkan dengan lima poin, kemenangan telak tim Eropa atas Selandia Baru membuat mereka finis dengan selisih gol +3, mengamankan posisi puncak grup dan menyiapkan pertemuan dengan tim peringkat ketiga, kemungkinan Korea Selatan atau Senegal, di Seattle pada 1 Juli.

Sementara itu, Iran, yang menyelesaikan babak penyisihan grup dengan tiga hasil imbang, meskipun menghadapi tantangan signifikan dalam mempersiapkan dan memainkan pertandingan mereka di Amerika Serikat, juga kemungkinan akan lolos ke babak gugur sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, kemungkinan akan menghadapi Swiss di Vancouver pada 2 Juli.

Australia dan Mesir hanya pernah bertemu dua kali dalam pertandingan internasional "A" dan hanya sekali di abad ke-21: Socceroos menderita kekalahan 3-0 melawan juara Afrika saat itu di Kairo berkat gol dari Ahmed Abdelzaher, Gedo, dan Mohamed Zidan.

 Baca Juga: PT Pegadaian Bantu Sarana Pendidikan dan Kuliah Umum di Universitas Rokania

"Kami pasti akan menonton pertandingannya," kata bek Socceroos. Aziz Behich pada Jumat pagi.

"Ini seru; Anda mengetahui lawan Anda, dan Anda menonton pertandingan sepakbola, tetapi Anda menontonnya dengan cukup nyaman, karena Anda sudah lolos ke babak selanjutnya. Siapa pun lawan kami tidak terlalu mengganggu saya. Saya selalu mengatakan tidak ada pertandingan mudah di level internasional, apalagi Piala Dunia. Semuanya akan menghadirkan tantangan tersendiri, siapa pun lawannya."***

Editor : Edwar Yaman
#babak 32 besar #piala dunia 2006 #australia #mesir