CALIFORNIA (RIAUPOS.CO) - Setelah mencetak gol ke gawang Afrika Selatan pada menit 90+2’, Stephen Eustaquio langsung menangis tersedu-sedu.
Ada dua alasan yang membuat pemain 29 tahun itu tidak bisa membendung air matanya. Pertama, gol itu memastikan kemenangan Kanada 1-0 di SoFi Stadium, Los Angeles, dini hari kemarin.
Sekaligus memastikan Kanada lolos ke babak 16 Besar untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Kedua, Eustaquio mempersembahkan gol bersejarah itu untuk mendiang kedua orang tuanya.
“Segala hal yang saya lakukan adalah demi keluarga saya. Yang terpenting, adalah demi mendiang orang tua saya. Lalu kekasih, anak, dan saudara laki-laki saya. Termasuk teman-teman di kampung halaman,” kata pemain Los Angeles FC itu dilansir dari Al Jazeera.
Baca Juga: PRANCIS V SWEDIA : Les Bleus Ancam Pertahanan Blagult
Dua orang tua Eustaquio memang sudah berpulang. Sang ibu, Esmeralda, berpulang pada April 2023 akibat kanker otak. Kemudian Armando, sang ayah, meninggal akibat serangan jantung pada Mei 2024.
Dilansir dari ESPN, pelatih Kanada, Jesse Match, menyebut Eustaquio layak jadi pahlawan. “Mungkin dia adalah sosok yang paling layak mendapatkan momen bersejarah seperti ini. Jadi, saya sangat ikut berbahagia untuknya. Dan, saya rasa orang tuanya pasti sedang melihat semuanya dari atas sana,” kata pelatih asal AS itu.(gus/bas/gem)
Laporan JPG, California
Editor : Arif Oktafian