Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Argentina V Tanjung Verde: Dari Scaloneta UNTUK ERA BARU LA ALBICELESTE 

Tim Redaksi • Jumat, 3 Juli 2026 | 10:07 WIB
ARGENTINA V VERDE. (jpg)
ARGENTINA V VERDE. (jpg)

 

MIAMI GARDENS (RIAUPOS.CO) - Lionel Scaloni akan memasuki era yang tidak banyak dicapai entrenador Argentina sebelumnya. Scaloni akan memasuki era centenario alias laga ke-100 bersama La Albiceleste, sebutan Argentina ketika menantang Tanjung Verde dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Sabtu (4/7) pagi (TVRI Nasional/TVRI Sport pukul 05.00 WIB).

Scaloni akan mengikuti jejak Guillermo Stabile yang menukangi La Albiceleste dalam 115 laga pada rentang waktu 1939 hingga 1958. Sejak menangani La Albiceleste pada 2018, Scaloni sukses memenangi Copa America 2021 dan 2024 serta Piala Dunia 2022.

Laga dini hari nanti pun dianggap sebagai momentum baru Scaloni bersama anak asuhnya atau yang biasa disebut Scaloneta (pemain yang dimainkan Scaloni di La Albiceleste). Dengan kata lain, Scaloni dianggap bisa memenangi Piala Dunia lagi pada tahun ini. Capaian yang belum bisa didapatkan Stabile.

”Aku sama sekali tidak membayangkan bisa menjalani laga ke-100 bersama Argentina. Aku percaya, ini akan jadi momen yang hebat bagiku dan bagi tim ini,” sebut Scaloni seperti dilansir dari Reuters. Dalam 99 laga bersama Scaloni, Argentina mencatatkan 72 kali menang, 18 kali seri, dan 9 kali kalah.

Baca Juga: Empat Pemain Jerman Dikabarkan Menolak Jadi Algojo Penalti  

Messi Tampil di Rumah Sendiri

Sejak memperkuat Inter Miami CF pada 2023, kapten Argentina Lionel Messi beberapa kali tampil di Hard Rock Stadium untuk laga-laga besar klubnya, Inter Miami CF. Salah satunya dalam Piala Dunia Antarklub tahun lalu. Karena itu, ketika Argentina menantang Tanjung Verde di stadion berkapasitas 80.120 penonton tersebut, Messi pun serasa bermain di rumah sendiri.

Efeknya, permintaan tiket membludak untuk menyaksikan aksi La Pulga, julukan Messi  di Hard Rock Stadium. Seperti yang dilaporkan TyC Sports, orang-orang Argentina yang tinggal di Florida berbondong-bondong menyaksikan laga tersebut. ”Florida akan jadi tuan rumah bagi fans Argentina,” klaim Presiden Federasi Sepakbola Argentina (AFA) Claudio Tapia.

Bersama Presiden Argentina Javier Milei, Tapia mengajukan penambahan kuota tiket bagi fans Tim Tango, julukan lain Argentina kepada FIFA. Meski demikian, ada kemungkinan harga tiket melonjak. Tiket di tribun atas, misalnya, bisa mencapai 2.419 dolar AS (Rp 43,5 juta). Sementara tribun dekat lapangan sudah menyentuh 7.239 dolar AS (Rp 130,2 juta).

Antara Lautaro dan Alvarez

Ketika Messi produktif di Piala Dunia 2026 dengan koleksi 6 gol dalam tiga laga fase grup, sosok pendampingnya sebagai nomor sembilan masih belum meyakinkan. Lautaro Martinez (Inter Milan) maupun Julian Alvarez (Atletico Madrid) masih bersaing untuk bisa bertandem dengan Messi. Lautaro baru mengemas satu gol dan dari titik penalti, sedangkan Alvarez masih nirgol.

Dilansir dari La Nacion, Scaloni tidak meragukan kemampuan Lautaro maupun Alvarez di lini depan Argentina meski seret gol di Piala Dunia. ”Gol-gol mereka (Lautaro dan Alvarez) akan selalu ditunggu. Secara keseluruhan, mereka sudah menjalankan pekerjaan dengan luar biasa,” tuturnya.

Jejak Para Pelaut Rotterdam dan Pesan di LinkedIn

Baca Juga: Australia V Mesir: Sejarah Menanti

Melajunya Cape Verde ke fase gugur Piala Dunia 2026 tak lepas dari kesuksesan negara tersebut berburu bakat para penggawa diaspora yang tersebar di penjuru Eropa. Dari 26 pemain yang membela skuad negeri Afrika bekas jajahan Portugal itu, 14 di antaranya terlahir di luar negeri.

Langkah wajar mengingat kecilnya wilayah Cape Verde dan minimnya populasi mereka. Enam pemain dari skuad Piala Dunia 2026, misalnya, terlahir di kota pelabuhan di Belanda, Rotterdam. Mereka bisa berada di sana karena tradisi para pelaut Cape Verde yang menyebar ke berbagai penjuru bumi. 

Striker Dailon Livramento termasuk salah seorang yang mencuat dari diaspora Cape Verde di Rotterdam. Anggota parlemen Cape Verde Josina Freitas Fortes mengakui kalau pencarian bakat Federasi Sepakbola Cape Verde (FCF) yang jadi kunci sukses negara tersebut lolos ke Piala Dunia 2026. 

Baca Juga: Luis de la Fuente Sukai Optimisme dan Kepercayaan Diri Bintang Muda Spanyol Lamine Yamal

Cara perekrutan pun bermacam-macam. Bek Roberto Lopes, kelahiran Dublin, Republik Irlandia, contohnya, direkrut dengan mengirim pesan via situs jejaring bisnis LinkedIn pada 2019. Begitu pula Bebe, mantan penyerang sayap Manchester United yang jadi bagian skuad Cape Verde di Piala Afrika 2023.

“Hasil yang kita lihat sekarang sebagian besar merupakan buah dari kerja keras yang konsisten selama bertahun-tahun, dengan disertai keyakinan yang kuat, dan orang-orang yang mencurahkan hati sepenuhnya untuk proyek ini,” kata anggota parlemen Cape Verde Josina Freitas Fortes kepada BBC Sport.

Lopes menambahkan, lolos ke Piala Dunia 2026 jadi proyek awal Cape Verde untuk melaju lebih jauh dalam ajang-ajang mayor persepakbolaan dunia. “Sejak saya terlibat, dan bahkan sebelum itu, sudah ada rencana berkelanjutan membawa Cape Verde ke jajaran elite sepakbola dunia,” tutur Lopes.

Seperti Cape Verde, Federasi Sepakbola Argentina (AFA) juga mengembangkan jaringan pemantau bakat di luar negeri. Dua penggawa Argentina saat ini, Nico Paz dan Giuliano Simeone, terlahir di Eropa. Paz lahir di Santa Cruz de Tenerife, Spanyol, dan Giuliano lahir di Roma, Italia. (ren/ttg/dns/jpg)

Editor : Arif Oktafian
#Tanjung Verde #piala dunia 2026 #argentina