ATLANTA (RIAUPOS.CO) - Anthony Gordon menjadi salah satu kunci kemenangan Inggris atas Republik Demokratik Kongo pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. The Three Lions menang 2-1 dalam pertandingan di Mercedes-Benz Stadium, Kamis (2/7).
Pelatih Thomas Tuchel memasukkan Gordon pada menit ke-61. Keputusan tersebut terbukti tepat karena winger berusia 25 tahun itu menyumbang dua assist yang dikonversi Harry Kane menjadi gol pada menit ke-75 dan 86.
Usai pertandingan, Gordon mengungkapkan proses di balik assist pertamanya untuk Kane. Pemain anyar Barcelona itu mengaku langsung mencari sang kapten begitu menguasai bola di sisi kiri.
Baca Juga: Kane Merasa Belum Sejajar dengan Messi-Ronaldo
“Semua tentang H (Harry Kane), bukan? Tanpa dia, mungkin saya tidak akan mengambil keputusan seperti itu. Untuk umpan silang tersebut, biasanya saya mungkin akan memilih menembak. Namun, begitu saya menguasai bola, saya melihat dia berada di area penalti dan langsung mengirimkan umpan. Dia melakukan sisanya untuk kedua gol itu,” ujar Gordon seperti dikutip dari laman resmi England Football, Kamis (2/7).
Masuknya Gordon mengubah ritme permainan Inggris yang sempat kesulitan membongkar pertahanan Republik Demokratik Kongo. Kecepatan dan keberaniannya dalam melakukan duel satu lawan satu membuat lini belakang lawan mulai kehilangan keseimbangan.
Kerja sama Gordon dan Harry Kane juga menjadi senjata baru bagi Inggris. Pergerakan Gordon dari sisi sayap mampu membuka ruang bagi Kane untuk masuk ke kotak penalti, sesuatu yang tidak banyak terlihat sepanjang satu jam pertama pertandingan.
Baca Juga: Argentina V Tanjung Verde: Dari Scaloneta UNTUK ERA BARU LA ALBICELESTE
Performa tersebut membuka peluang bagi Gordon untuk kembali dipercaya sebagai starter saat Inggris menghadapi tuan rumah Meksiko di babak 16 besar. Dengan kepercayaan diri yang sedang meningkat, winger berusia 25 tahun itu berpotensi kembali menjadi pembeda bagi The Three Lions.
Gordon juga mengungkap isi pesan Kane kepada seluruh pemain Inggris setelah pertandingan. Menurutnya, sang kapten meminta rekan-rekannya menikmati kemenangan meski perjalanan menuju gelar juara dunia masih panjang.
“Dia mengatakan kemenangan ini tidak menentukan siapa kami dan belum membuat kami menjuarai turnamen. Tetapi kami harus menikmatinya seperti negara-negara lain,” kata Gordon.
Menurut Gordon, tim-tim besar kerap lupa merayakan kemenangan karena terlalu fokus mengejar gelar. Padahal, setiap kemenangan di Piala Dunia memiliki arti penting.(gem)
Laporan JPG, Atlanta
Editor : Arif Oktafian