Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Portugal V Spanyol: Misi Cabut Duri Final Nations League

Tim Redaksi • Senin, 6 Juli 2026 | 10:42 WIB
PORTUGAL V SPANYOL. (JPG)
PORTUGAL V SPANYOL. (JPG)

 

ARLINGTON (RIAUPOS.CO) -  Final UEFA Nations League melawan Portugal setahun lalu menjadi ”noda terbesar” perjalanan Spa­nyol di bawah Luis de la Fuente. Saat itu La Roja, julukan Spanyol kalah adu penalti 3-5 (2-2) di Allianz Arena, Munchen. Itu sekaligus satu-satunya kekalahan yang diterima Spanyol dalam 35 pertandingan terakhir atau sejak Maret 2024.

Dini hari nanti (7/7), Spanyol kembali bertemu Portugal dalam babak 16 besar Misi Cabut Duri Final Nations League

Piala Dunia 2026 di AT&T Stadium, Arlington (siaran langsung TVRI Nasional/TVRI Sport pukul 02.00 WIB). Kemenangan akan membawa La Roja ke perempat final, sebuah hal yang gagal mereka capai dalam dua edisi Piala Dunia sebelumnya (2018 dan 2022).

”Kami menganalisis lagi final (Nations League) itu bersama pelatih dan tim analis. Kami melihat apa yang harus diperbaiki,” ucap gelandang Spanyol Pedri seperti dikutip dari Diario AS. ”Kami ingat kami kalah di final itu. Jadi, kami ingin mencabut duri tersebut di Piala Dunia,” tambah pemain FC Barcelona tersebut.

Baca Juga: Amerika Serikat V Belgia: Hindari Dejavu 2014

Pendekatan yang sama juga diungkapkan kiper Unai Simon. ”Kami harus memperbaiki kesalahan dari final itu. Tekanan mereka sangat intens dan kami tidak bermain cukup lancar. Saya membayangkan pertandingan nanti akan sangat mirip,” beber kiper Athletic Bilbao tersebut.

Belum Capai Performa Terbaik

 Spanyol sempat diragukan karena hanya bermain imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde dalam laga pembuka (15/6). Namun, kepercayaan diri Rodri dkk perlahan meningkat. Puncaknya, La Roja meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Austria pada babak 32 besar (3/7).

Baca Juga: The Vikings Singkirkan Tim Samba, Dua Gol Erling Haaland Pulangkan Tim Favorit Juara

Dalam laga itu, Austria gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran. Sebaliknya, Spanyol mencatat 23 percobaan tembakan ke gawang sekaligus membukukan clean sheet keempat secara beruntun di Piala Dunia 2026.

Catatan itu mempertajam rekor Unai Simon yang belum kebobolan selama 519 menit. Dia memecahkan rekor berusia 36 tahun yang sebelumnya dipegang oleh Walter Zenga (517 menit).

Meski begitu, De la Fuente menegaskan bahwa timnya belum mencapai performa terbaik. ”Mungkin orang berpikir sudah melihat versi terbaik kami. Tetapi, tim ini belum mencapai batas kemampuannya,” katanya dikutip dari Reuters. 

Bagai Final Dini

Dari Portugal, bek kanan Nelson Semedo menilai laga dini hari nanti bakal berlangsung sangat ketat, sama seperti di final Nations League. Bahkan, mantan bek kanan FC Barcelona itu menyebut laga lawan Spanyol layak disebut final yang datang terlalu cepat.

”Ini seperti final yang datang lebih awal karena kedua tim sebenarnya memiliki kualitas untuk mencapai final,” tutur Semedo seperti dikutip dari Marca. ”Saya tidak melihat ada tim yang lebih difavoritkan. Kami sama-sama memiliki banyak kualitas dan pertandingan ini akan berjalan sangat ketat,” imbuh bek yang kini memperkuat Fenerbahce tersebut.

Rivalitas Iberia 

Dini hari nanti WIB, dunia mungkin sejenak kembali ke hari ketika Perjanjian Tordesillas ditandatangani. Sebagian jadi wilayah Portugal, sisanya milik Portugal. 

Kesepakatan yang diteken kedua negara bertetangga di Jazirah Iberia pada 4 Juni 1494 itu memperlihatkan betapa superiornya keduanya di masa penjelajahan samudera ketika itu. Enam abad berselang, Portugal dan Spanyol memang bukan lagi adidaya. 

Baca Juga: Libas Kanada 3-0, Maroko Melaju ke Perempat Final Piala Dunia, Brahim Diaz dan Ounahi Bersinar, Selebrasi Minum Teh Curi Perhatian

Tapi, di sepakbola, siapa yang bisa menyangsikan kebesaran nama keduanya. Dengan Cristiano Ronaldo, Bruno Fernandes, dan Bernardo Silva di kubu Portugal dan Rodri, Pedri, dan Lamine Yamal di skuad Spanyol, wajar jika dunia “terbelah” saat laga dini hari nanti WIB dihelat.

Sebab, ini tak cuma soal tiket ke perempat final. Ini soal rivalitas dua negara bertetangga di Jazirah Iberia yang telah membentang selama berabad-abad.  Rivalitas yang bahkan lahir jauh sebelum sepak bola ditemukan, yang berakar pada era penjelajahan samudera pada abad ke-15. Persaingan tersebut melahirkan Perjanjian Tordesillas pada 1494 yang membagi wilayah penjelajahan di luar Eropa. 

Spanyol bergerak ke arah barat menuju Benua Amerika. Sedangkan Portugal menguasai jalur timur hingga Afrika, India, dan Nusantara. Portugal memang sempat berada di bawah satu mahkota dengan Spanyol dalam Serikat Iberia pada 1580-1640. Namun, setelah kembali merdeka dan memasuki era modern, persaingan kedua negara berubah. Jika dulu memperebutkan jalur perdagangan dan koloni, kini keduanya berlomba menarik wisatawan dan investasi.

Arus perpindahan penduduk pun ikut berubah. Jika dahulu banyak warga Portugal merantau ke Spanyol untuk bekerja, kini semakin banyak warga Spanyol yang memilih tinggal, berinvestasi, atau membuka usaha di Portugal.

“Bumbu” Ronaldo

Lebih Istimewa lagi karena duel dini hari nanti WIB berpeluang jadi Derbi Iberia terakhir bagi Ronaldo. Itu menyusul hampir pastinya Piala Dunia 2026 akan menjadi penampilan terakhir megabintang 41 tahun itu bersama Portugal. “Spanyol salah satu favorit juara. Pertandingan akan sangat berimbang dan kita lihat saja nanti apa yang terjadi,” ujarnya, seperti dikutip dari Marca.

Derbi Iberia sangat jarang terjadi di Piala Dunia. Sebelum edisi 2026, kedua negara baru dua kali bertemu. Spanyol menang 1-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 2010. Delapan tahun kemudian, kedua negara bermain imbang 3-3 pada fase grup Piala Dunia 2018, dengan Ronaldo menorehkan hat-trick. 

“Portugal memiliki pemain-pemain hebat dan salah satu tim nasional terbaik, tetapi kami juga tidak perlu iri kepada mereka,” kata bek kanan Spanyol Pedro Porro kepada Radio Marca.(ka/ttg/dns/jpg)

Catatan itu mempertajam rekor Unai Simon yang belum kebobolan selama 519 menit. Dia memecahkan rekor berusia 36 tahun yang sebelumnya dipegang oleh Walter Zenga (517 menit).

Meski begitu, De la Fuente menegaskan bahwa timnya belum mencapai performa terbaik. ”Mungkin orang berpikir sudah melihat versi terbaik kami. Tetapi, tim ini belum mencapai batas kemampuannya,” katanya dikutip dari Reuters. 

Derbi Iberia sangat jarang terjadi di Piala Dunia. Sebelum edisi 2026, kedua negara baru dua kali bertemu. Spanyol menang 1-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 2010. Delapan tahun kemudian, kedua negara bermain imbang 3-3 pada fase grup Piala Dunia 2018, dengan Ronaldo menorehkan hat-trick. 

“Portugal memiliki pemain-pemain hebat dan salah satu tim nasional terbaik, tetapi kami juga tidak perlu iri kepada mereka,” kata bek kanan Spanyol Pedro Porro kepada Radio Marca.(ka/ttg/dns/jpg)

Editor : Arif Oktafian
#Derbi Iberia #piala dunia 2026 #spanyol #babak 16 besar #portugal