PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Audisi Umum PB Djarum 2026 yang berlangsung di GOR Angkasa, Pekanbaru memasuki tahap turnamen pada Kamis (9/7/2026).
Tersisa 269 atlet muda yang terdiri dari 188 putra dan 81 putri masih berpeluh keringat demi menjadi juara dan meraih Super Tiket di kategori U-11, KU-11, dan KU-12 baik putra dan putri.
Koordinator Tim Pencari Bakat Atlet Putri, Hendrawan menilai kualitas peserta putri yang tampil dalam rangkaian Audisi Umum PB Djarum 2026 Pekanbaru menunjukkan potensi yang cukup baik.
Baca Juga: Lima Uraian Jaksa KPK yang Tuntut Abdul Wahid Dihukum 8,5 Tahun Penjara
Penyelenggaraan dengan format turnamen memberi ruang bagi tim pemantau untuk melihat kemampuan teknik, semangat bertanding hingga daya juang para atlet muda.
Dalam proses penilaian, Hendrawan menegaskan bahwa tim pencari bakat tidak terpaku pada satu aspek semata. Beberapa poin utama yang menjadi perhatian adalah kualitas olah kaki yang baik, teknik yang mumpuni, serta keterampilan teknik, kelincahan, hingga tenaga atau kekuatan pemain.
Dari sejumlah unsur itu, peserta minimal harus memiliki satu keunggulan menonjol untuk dapat dipertimbangkan lebih lanjut. Namun, atlet yang memiliki dua hingga seluruh aspek secara baik tentu menjadi nilai tambah besar dalam proses seleksi.
Baca Juga: Ini Kendala Gaji Guru di Inhu Bulan Juli Belum Cair, Berkas Pencairan TPP Sudah Sampai di Bank
“Peserta putri yang kami lihat sejauh ini bagus. Dengan adanya sistem turnamen seperti ini, kami bisa melihat adanya persaingan di lapangan. Jadi, yang dinilai mulai dari sisi teknik, kualitas bertanding dan fighting spirit mereka,” ujarnya.
Peraih medali emas di nomor tunggal putra pada Kejuaraan Dunia 2001 di Spanyol itu juga menyoroti bahwa pencarian bakat di sektor putri memiliki tantangan tersendiri. Menurutnya, materi pemain putri berkualitas di Indonesia tidak sebanyak sektor putra, sehingga menemukan atlet yang benar-benar paket lengkap menjadi keuntungan besar bagi pembinaan nasional.
“Untuk menemukan bakat istimewa dari sektor putri memang tidak mudah. Kita tahu bahwa di Indonesia, pemain putri yang benar-benar menonjol jumlahnya tidak banyak. Karena itu, kalau di audisi ini kami bisa menemukan pemain yang punya kualitas komplet, itu menjadi sesuatu yang sangat kami syukuri,” tuturnya.
Baca Juga: Angin Kencang, Rumah Warga di Tembilahan Hulu Roboh
Satu peserta putri yang berusaha mencuri perhatian tim pencari bakat adalah Bellvania Safistika Sheila Mahaeswari. Atlet dari Jelang Fajar Badminton Class, Pekanbaru mengikuti Audisi Umum PB Djarum dengan membawa mimpi menjadi atlet nasional dan membela Indonesia di pentas Internasional.
Di pertandingan tahap turnamen, ia mampu memperlihatkan mental juara. Putri yang akrab disapa Bibel ini sempat mengalami kekalahan 17-21 di gim pertama, tetapi mampu bangkit di gim kedua dan saat rubber game dengan skor 21-11, 21-14.
“Bibel ikut Audisi Umum PB Djarum di Pekanbaru karena ingin jadi atlet nasional. Dari kecil memang sudah suka bulu tangkis, apalagi sering lihat atlet-atlet Indonesia maupun luar negeri dari Youtube. Bibel juga ingin suatu hari nanti bisa membela Indonesia. Waktu pertandingan tadi, senang sekali bisa menang. Tapi, pas pertama kali main sempat gugup, jadi larinya kurang cepat dan nggak bisa ambil bola,” ujar Bibel. (sol)
Editor : M. Erizal