JAKARTA (RIAUPOS.CO)- Timnas voli putra Indonesia memiliki grafik yang menurun. Pasca juara AVC Men’s Volleyball Cup, Farhan Halim dkk gagal meraih juara di SEA V Cup yang notabene hanya diikuti tim Asia Tenggara. Tepatnya hanya menduduki posisi runner-up leg pertama dan peringkat ketiga di leg kedua. Hal itu menjadi sinyal bahaya bagi skuad Garuda dalam menyongsong Asian Games Aichi-Nagoya. Terlebih, target tim adalah meraih medali perunggu.
Pelatih timnas voli Reidel Toiran memiliki alasan tersendiri terkait performa tim yang menurun. Yaitu kondisi fisik yang menurun. Toiran sudah melihatnya sejak semifinal di leg pertama yang berlangsung di Candon, Filipina. “Semua bisa melihat sendiri kondisi fisik para pemain yang menurun. Bisa dilihat di video pertandingan,” ucapnya. “Biasanya mereka bermain jauh lebih baik dari itu,” imbuhnya.
Setter Alfin Daniel membenarkan perihal kondisi fisik yang menurun. “Secara mentalitas dan kemauan tentu ingin juara. Sayangnya, kondisi fisik sudah tidak mendukung,” katanya.
Baca Juga: Datangkan Pengagum Vini
Toiran menuturkan, anak asuhnya menjalani agenda yang lumayan padat sejak AVC. Sebelum berangkat ke India untuk AVC, tim hanya punya waktu latihan lima hari bersamanya. “Setelah tampil di India, kondisi pemain pasti menurun karena kompetisinya sangat berat dan fisik mereka terkuras,” jelasnya.
Untuk itu, Toiran berjanji akan meningkatkan performa tim jelang Asian Games. Rencananya, tim mulai berlatih lagi di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, kawasan Sentul City, Bogor, pada 5 Agustus. “Kalau tim ini bisa berlatih dengan maksimal, saya rasa kami bisa mencapai semifinal. Bahkan peluang ke final juga tetap ada, bergantung nanti bertemu siapa,” tuturnya.(raf/dns/jpg)
Editor : Arif Oktafian