PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pasangan Janu/Andi Fitra dari klub Simpatig keluar sebagai juara Sansani Agustusan Turnamen Badminton setelah menundukkan pasangan Zaki/Reza dari Mayatama pada partai final dengan skor 42-31 di GOR Axcon, Pekanbaru, Ahad (23/8/2026) malam.
Kemenangan tersebut melengkapi perjalanan Janu/Andi Fitra yang tampil konsisten sejak babak semifinal. Pada partai puncak, keduanya kembali menunjukkan permainan solid hingga mampu mengatasi perlawanan Zaki/Reza.
Janu mengatakan, pertandingan final berlangsung sengit. Meski dirinya sudah tidak muda lagi, semangat untuk bertanding tetap tinggi, terutama ketika harus menghadapi lawan yang memiliki usia jauh lebih muda.
Baca Juga: Janu/Andi Fitra Tantang Zaki/Reza di Final Sansani Agustusan
"Pertandingan cukup sengit. Walaupun sudah tidak muda lagi, kita tetap semangat menghadapi lawan yang usianya jauh lebih muda," ujar Janu.
Menurutnya, Zaki/Reza merupakan pasangan yang cukup berat untuk dihadapi. Namun, berkat kerja sama dan semangat sepanjang pertandingan, dirinya bersama Andi Fitra akhirnya mampu mengamankan kemenangan sekaligus membawa pulang gelar juara.
"Lawan di final cukup berat. Tapi dengan semangat akhirnya kami bisa menang," katanya.
Baca Juga: Bupati Inhu Minta Disdikbud Ambil Langkah Strategis Khusus Pengadaan Seragam dan Seleksi Kepsek
Sebelumnya, langkah Janu/Andi Fitra menuju partai puncak juga tidak mudah. Pada semifinal pertama, pasangan Simpatig tersebut harus melalui pertandingan ketat menghadapi Thoha/Fayyad dari Klub Madrasah Olahraga.
Pertandingan berlangsung sengit sejak awal. Kedua pasangan saling mengejar perolehan angka dan tidak memberikan kesempatan mudah kepada lawan untuk mengembangkan permainan.
Janu/Andi Fitra akhirnya berhasil mengamankan kemenangan dengan skor tipis 42-40. Hasil tersebut memastikan pasangan Simpatig melaju ke final.
Baca Juga: Kejuaraan Balap Motoprix Piala Wali Kota Pekanbaru Sukses Digelar, Berikut Daftar Para Juaranya
Penanggung Jawab Pertandingan/Referee Sansani Agustusan Turnamen Badminton, Zelfriyandi, mengatakan semifinal pertama berjalan ketat karena kedua pasangan tampil maksimal.
"Janu/Andi Fitra dari Simpatig berhasil melaju ke final setelah mengalahkan Thoha/Fayyad dari Madrasah Olahraga dengan skor 42-40,"ujar Zelfriyandi.
Sementara itu, pada semifinal kedua, pasangan Bayu/Habib dari RBC harus berhadapan dengan Zaki/Reza dari Mayatama. Pertandingan juga berlangsung menarik karena kedua pasangan tampil agresif dan saling memberikan tekanan.
Baca Juga: Tiga Lahan Terbakar di Kampar, Keterbatasan Sumber Air Hambat Pemadaman
Zaki/Reza akhirnya memastikan tiket ke final setelah mengalahkan Bayu/Habib dengan skor 42-39.
Kemenangan tersebut membuat pasangan Mayatama bertemu Janu/Andi Fitra pada partai puncak.
Zelfriyandi menilai persaingan sepanjang turnamen berlangsung cukup merata. Hal tersebut terlihat dari ketatnya pertandingan, terutama ketika memasuki babak semifinal.
Baca Juga: Jalur Alam Cahayo Juara Pacu Jalur Tradisional Kuansing 2026, Copot Gelar Bintang Emas Cahaya Intan
"Pertandingan berlangsung menarik karena mempertemukan pasangan-pasangan dari berbagai klub bulu tangkis di Riau. Sejak laga dimulai, masing-masing pasangan tampil maksimal untuk mengamankan kemenangan sekaligus menjaga peluang meraih gelar juara," katanya.
Menurut dia, format pertandingan yang berlangsung beruntun juga menuntut pemain menjaga stamina dan konsistensi permainan. Kondisi tersebut semakin terasa ketika pertandingan memasuki fase akhir, karena setiap kesalahan dapat menentukan hasil pertandingan.
Sansani Agustusan Turnamen Badminton digelar selama tiga hari, 21-23 Agustus 2026, di GOR Axcon, Pekanbaru. Turnamen yang menjadi bagian dari rangkaian memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu diikuti 30 pasangan pada kategori ganda putra dewasa open se-Riau.
Baca Juga: Sansani Agustusan Masuki Babak Delapan Besar, Malam Ini Semifinal dan Final
Owner pertandingan, Habibullah Azuhri, SE, M.Ak, yang juga bakal calon Ketua PBSI Kota Pekanbaru periode 2027-2031, mengatakan turnamen tersebut tidak hanya berorientasi pada perebutan prestasi. Kegiatan itu juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antarpemain dan klub bulu tangkis di Riau.
"Pelaksanaan turnamen ini selama tiga hari, mulai 21 sampai 23 Agustus. Kita laksanakan untuk kebersamaan dan silaturahmi sesama pemain badminton, khususnya untuk level dewasa open," katanya.
Habibullah menyebutkan, turnamen ganda putra dewasa open dengan cakupan peserta se-Riau masih relatif jarang digelar. Karena itu, PB Sansani berinisiatif menghadirkan kompetisi yang mempertemukan pemain dari berbagai klub.
Baca Juga: Motoprix Piala Wali Kota Pekanbaru Sukses Digelar, Galang Rp120 Juta untuk Korban Bencana NTT
"Dalam tahun ini sepertinya belum ada yang open di Riau. Makanya kita laksanakan. Ini menjadi wadah untuk mempertemukan para pemain antarklub se-Riau. Untuk kategori ganda putra dewasa ada 30 pasang,"ujarnya.
Ia menambahkan, Sansani Agustusan menjadi langkah awal PB Sansani dalam menghadirkan kompetisi dengan cakupan peserta lebih luas. Ke depan, pihaknya berencana kembali menggelar turnamen open dengan kategori yang lebih beragam.
"Ini awal dulu. Nanti akhir tahun kita buat lagi yang open, dari anak-anak sampai veteran. Saat ini masih untuk kategori ganda putra dewasa dulu," jelasnya.
Baca Juga: Perempuan Penenun Riau, Penjaga Warisan Songket di Tengah Perubahan Zaman
Selain memperebutkan gelar juara, panitia juga menyiapkan hadiah bagi pasangan terbaik. Juara pertama mendapatkan uang pembinaan Rp8 juta, trofi dan medali. Juara kedua memperoleh uang tunai Rp5 juta dan medali.
Sedangkan dua pasangan yang menempati posisi juara tiga bersama masing-masing mendapatkan uang tunai Rp4 juta dan medali. Panitia juga menyediakan sejumlah hadiah tambahan serta doorprize bagi peserta.
Habibullah berharap turnamen tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan olahraga bulu tangkis di Riau. Menurutnya, kompetisi yang rutin digelar menjadi salah satu faktor penting untuk memberikan ruang kepada pemain dalam mengasah kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding.
Baca Juga: Kabut Asap Tipis Selimuti Bagansiapiapi, BPBD Rohil Sebut Asap Kiriman
"Harapannya ingin badminton di Riau lebih maju. Jarang turnamen open seperti ini dilaksanakan. Istilahnya, prestasi ada karena kompetisi. Kalau tidak ada turnamen, tidak ada kompetisi," katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat semakin sering digelar sehingga ekosistem kompetisi bulu tangkis di Riau terus berkembang.
Selain itu, keberadaan turnamen diharapkan mampu memotivasi generasi muda untuk lebih aktif berlatih dan menekuni olahraga bulu tangkis. "Harapannya kegiatan seperti ini sering dilaksanakan dan menjadi contoh juga untuk anak-anak yang lain agar lebih sering latihan," pungkasnya. (dof)
Editor : M. Erizal