MANCHESTER (RIAUPOS.CO) - Enzo Fernandez menutup operasi transfer Manchester City pada musim panas tahun ini atau era tactician baru Enzo Maresca. Gelandang timnas Argentina itu diboyong dari Chelsea dengan nilai transfer EUR 145 juta atau sekitar Rp2,98 triliun.
Bersama Enzo, City melakukan perombakan lini tengah dengan bujet hingga EUR 378 juta (Rp4,5 triliun). Sebelum Enzo, klub berjuluk The Citizens itu sudah merekrut dua gelandang dengan harga masing-masing di atas Rp1 triliun. Keduanya adalah Elliot Anderson dari Nottingham Forest dan Ayyoub Bouaddi (eks Lille OSC).
Pemain Termahal Premier League
Nilai transfer Enzo menjadikannya sebagai pemain termahal di dalam sejarah Premier League. Enzo sekaligus pemain termahal ketiga di dunia setelah Neymar Jr (EUR 222 juta/Rp4,56 triliun) dan Kylian Mbappe (EUR 180 juta/Rp3,69 triliun).
Baca Juga: Tottenham Rekrut Mykhailo Mudryk dan Tosin Adarabioyo dalam Kesepakatan Ganda dari Chelsea
“Aku bangga dengan kemampuanku yang terus meningkat. Orang yang pernah bekerja sama denganku pasti bakal mengerti betapa kerasnya aku berlatih setiap hari dan seberapa besar usahaku dalam setiap laga,” tutur Enzo seperti dilansir dari laman resmi City.
“Aku akan memberikan segalanya dan aku menjanjikan pada klub ini bahwa hal itu akan terus berlanjut dengan aku ada di sini,” tambah gelandang kelahiran San Martin, Buenos Aires, 25 tahun lalu tersebut.
Chemistry dengan Maresca
Tidak bisa dimungkiri, faktor Enzo Maresca-lah yang jadi alasan lain di balik kehadiran Enzo di Etihad Campus. Sejak hadir di City, Maresca sudah mengajukan pemain muda terbaik Piala Dunia 2022 tersebut kepada Direktur Sepak Bola City Hugo Viana.
Baca Juga: 40 Tahun Berlalu, Muzamil Kembali ke Lapangan Kartika, Kali Ini Buka HSBL Selatpanjang Series
Sebagai mantan pelatih Chelsea, Maresca mengenal betul karakter Enzo. Bahkan, bisa dibilang Enzo adalah anak emas pelatih asal Italia itu selama di London Cobham –kamp latihan Chelsea. Chemistry mereka diharapkan bisa berlanjut di City.
“Dia gelandang yang komplet, berbakat secara teknis, dan sosok pekerja keras, gigih, dan pencetak gol. Bermain di dua final Piala Dunia dan memenangkan trofi besar di usia 25 tahun sudah menjelaskan dia di sisi mentalitas, profesionalisme, dan kualitas teknisnya,” puji Viana.
Beban Jadi Pengganti Rodri
Kehadiran Enzo, Elliot, dan Bouaddi terjadi setelah City melepas trio gelandangnya, Rodri, Tijjani Reijnders, dan Bernardo Silva. Namun, dari ketiga gelandang tersebut, sosok pengganti Rodri yang ditunggu di musim ini.
Baca Juga: Jelang Duel Besar Sesama Petinju Inggris di Kelas Berat, Tyson Fury Sebut Anthony Joshua Pengecut
Elliot jadi yang paling mendekati karakter Rodri. Sama-sama bermain di posisi enam. Keduanya juga sama-sama mampu memegang bola lebih lama. Meski begitu, Bouaddi memiliki operan panjang yang berguna untuk posisi nomor enam.(ren/dns/gem)
Laporan JPG, Manchester
Editor : Arif Oktafian