(RIAUPOS.CO) – Petenis sensasional Filipina Alex Eala tersingkir dari US Open. Dia kalah dari petenis tuan rumah Iva Jovic. Petenis Amerika berusia 18 tahun itu sekali lagi mengalahkan teman dekatnya peringkat 18 dunia, Eala dalam pertarungan tiga set yang mendebarkan, 7-5, 3-6, 7-5 di Stadion Arthur Ashe di Flushing Meadows, New York, Ahad (6/9/2026) pagi WIB.
Iva Jovic pun memastikan tempatnya di Babak 16 Besar untuk menghadapi petenis Amerika lainnya, Coco Gauf. Dengan kemenangan ini, Jovic memperpanjang dominasinya atas Eala menjadi 3-0 dalam pertemuan head-to-head mereka. Iva Jovic mempertahankan rekor sempurnanya melawan petenis Filipina itu, setelah ia menang di French Open 6-4, 6-2, dan di Queen's Club 6-2, 6-2 awal tahun ini.
Kedua pemain memulai set pertama dengan mempertahankan servis, tetapi Jovic menyerang lebih dulu di game ketiga, memanfaatkan dua kesalahan ganda dari Eala untuk mendapatkan break pertama dalam pertandingan dan unggul 2-1.
Baca Juga: Terus Bertambah, Kini 13 Penerbangan Menuju dan dari SSK II Pekanbaru Mengalami Pembatalan
Eala segera mengancam untuk membalas break di game keempat, mendapatkan tiga break point pada servis Jovic. Tetapi petenis Amerika berusia 18 tahun itu tetap tenang, memenangkan lima poin berturut-turut untuk menangkis ancaman dan mengkonsolidasikan break untuk keunggulan 3-1.
Jovic terus memberikan tekanan pada servis Eala di game kelima, mendapatkan break lagi untuk memperbesar keunggulannya menjadi 4-1 dan memenangkan empat game berturut-turut.
Petenis Filipina itu akhirnya menghentikan rentetan poin di game keenam, mematahkan servis Jovic untuk kembali mencetak poin sebelum mempertahankan servisnya di game ketujuh untuk memperkecil selisih menjadi 4-3. Serangan berlanjut dengan break lagi di game kedelapan untuk menyamakan kedudukan menjadi 4-4.
Baca Juga: Marcos Llorente Sebut Atlético Madrid Memerlukan Gol Julián Álvarez
Namun, tema tidak mengendalikan servis berlanjut hingga empat game berturut-turut, tetapi unggulan ke-14 Jovic yang berhasil mempertahankan servisnya di game ke-12, yang menjadi game penentu kemenangan di set pertama dengan skor 7-5.
Ketatnya set tersebut tercermin dalam jumlah winner, dengan Jovic unggul tipis 13-12 atas Eala. Namun, 15 kesalahan sendiri yang dilakukan petenis Filipina itu dibandingkan hanya sembilan dari petenis Amerika berusia 18 tahun itu terbukti merugikan, terutama dalam pertukaran poin penting.
Ia juga kesulitan mendapatkan poin yang cukup dari servis pertamanya, hanya berhasil memasukkan 53% servis pertamanya dibandingkan dengan 67% milik Jovic. Setelah kesulitan mempertahankan servisnya di awal set, perbedaan tersebut memberi Jovic keuntungan penting dalam pertarungan servis.
Set kedua mengikuti pola yang serupa, dengan kedua pemain mempertahankan servis mereka selama tiga game pembuka. Namun kali ini, Eala yang lebih dulu menyerang, mematahkan servis Jovic di game keempat untuk unggul 3-1.
Baca Juga: Cetak Gol Lawan Coventry, Erling Haaland Lampaui Ronaldo dan Mbappé dengan 300 Gol di Klub
Pertandingan berubah menjadi pertarungan break servis yang sengit, dengan kedua pemain saling membalas break servis selama lima game berturut-turut. Petenis Filipina itu berhasil mempertahankan keunggulannya sepanjang pertandingan, akhirnya unggul 5-3 dan hanya tinggal satu game lagi untuk menyamakan kedudukan.
Petenis peringkat 18 dunia itu kemudian berhasil mempertahankan servisnya di game kesembilan untuk menutup set dengan skor 6-3 dan menyamakan kedudukan menjadi satu set sama.
Eala juga unggul dalam persentase servis pertama di set kedua, dengan 69% servis pertamanya masuk dibandingkan dengan 56% milik petenis remaja Amerika itu, memberikan kendali lebih besar pada servis petenis Filipina tersebut saat ia berjuang kembali ke dalam pertandingan.
Sebelum set ketiga dimulai, Jovic menerima perawatan di pangkal pahanya setelah tampak mengalami ketidaknyamanan di akhir set kedua.
Eala menguji pergerakan petenis Amerika itu, mematahkan servis Iva Jovic di game pembuka sebelum mempertahankan servisnya di game kedua untuk memperkuat keunggulan awal 2-0.
Baca Juga: Bayern Munchen Gagal Mencetak Gol di Bundesliga untuk Pertama Kalinya dalam 18 Bulan
Namun, Iva Jovic menolak membiarkan masalah fisik tersebut mengganggunya. Petenis Amerika itu merespons dengan memenangkan dua game berikutnya, mengakhiri rangkaian kemenangan dengan mematahkan servis Eala di game keempat untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Kedua pemain kemudian saling mematahkan servis sekali lagi, dengan Eala mencetak poin pertama di game kelima untuk kembali unggul sebelum Jovic membalas dengan mematahkan servis di game kedelapan. Karena tidak ada pemain yang mampu mempertahankan keunggulan untuk waktu yang lama, set tetap imbang 4-4.
Pada tiga game berikutnya, kedua pemain mempertahankan servis mereka hingga game ke-11 untuk memperpanjang set terakhir. Namun, Jovic-lah yang memberikan pukulan terakhir dengan break kesembilannya dalam pertandingan tersebut untuk memenangkan pertandingan klasik ini dengan skor 7-5.
Selanjutnya bagi Eala adalah membela negaranya di Asian Games ke-20 di Aichi-Nagoya, dengan kemungkinan ia akan absen di WTA 1000 China Open.***
Editor : Edwar YamanSumber : espn.com