1.601 Pebulutangkis Muda Siap Berjuang pada Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus

Soleh Saputra • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 21:34 WIB
Para peserta audisi umum PB Djarum 2026 Kudus bersiap mengikuti pertandingan. (PB Djarum untuk Riaupos.co)
Para peserta audisi umum PB Djarum 2026 Kudus bersiap mengikuti pertandingan. (PB Djarum untuk Riaupos.co)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Bakti Olahraga Djarum Foundation dan PB Djarum menyelenggarakan Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus di GOR Djarum, Jati, Kudus pada Rabu (9/9/2026) hingga Ahad (13/9/2026). 

Tak kurang, sebanyak 1.601 peserta yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia mulai dari Sumatera hingga Papua akan menunjukkan aksi terbaik demi meraih Djarum Beasiswa Bulutangkis dan bergabung dengan PB Djarum. 

Para bibit potensial ini tersebar di tiga kategori usia yaitu U-11, KU-11, dan KU-12 baik putra maupun putri. Adapun Kudus menjadi kota ketiga pelaksanaan proses seleksi pebulutangkis muda berkualitas super setelah lebih dahulu diadakan di Pekanbaru (Juli) dan Makassar (Agustus).

Baca Juga: PBM di Pekanbaru Kembali Tatap Muka Terbatas, Siswa Wajib Pakai Masker

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin mengatakan, penyelenggaraan Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kota Kudus yang dimulai bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional (Haornas) diharapkan dapat menjadi momentum memperkokoh ekosistem dan pembinaan bulutangkis Indonesia. 

Tidak hanya mencari generasi penerus bulutangkis Indonesia, penyelenggaraan Audisi Umum PB Djarum 2026 di tiga kota juga bertujuan untuk menjaga nyala api semangat dan pembinaan bulutangkis di berbagai wilayah Tanah Air.

"Bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional, kami ingin terus mengambil peran dalam mendukung kemajuan olahraga Indonesia melalui pembinaan atlet sejak usia dini. Audisi Umum PB Djarum menjadi salah satu langkah untuk menemukan talenta-talenta muda potensial dari berbagai daerah,” ujarnya.

Baca Juga: Kualitas Udara Pekanbaru Hari Ini Masih Tidak Sehat 

Selaras dengan hal tersebut, Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum, Sigit Budiarto, menjelaskan jumlah peserta Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus mengalami peningkatan dibandingkan dua kota penyelenggaraan sebelumnya yakni Pekanbaru dan Makassar. 

Jumlah dan keragaman pebulutangkis muda dari berbagai daerah ini diakui Sigit menjadi tantangan tersendiri bagi Tim Pencari Bakat yang ia komandoi dalam menyaring bibit-bibit potensial.

“Dengan jumlah peserta yang lebih banyak di Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus, diharapkan akan lebih beragam bibit-bibit potensial yang bisa kami amati. Tetapi ini juga akan menjadi tantangan bagi kami karena harus benar-benar mendapatkan bakat super yang akan masuk ke fase karantina,” kata peraih gelar Juara Dunia 1997 itu.

Baca Juga: SPPG Indragiri Hulu Kota Lama 2 Lakukan Analisa atas Menu Beraroma Basi, Ini Penyebabnya 

Pernyataan Sigit juga diperkuat oleh Koordinator Pelatih Tunggal Putra PB Djarum, Fung Permadi, yang mengatakan PB Djarum menetapkan standar tinggi  dalam menentukan bibit muda yang berpeluang melanjutkan pembinaan di PB Djarum. 

Tak hanya fokus pada teknik dasar yang dimiliki para peserta, seleksi juga memperhatikan faktor nonteknis seperti mental sang atlet.

“Selain teknik dasar bermain bulutangkis yang baik, kami juga melihat juga postur. Walaupun agak sulit memprediksi, tetapi kita punya beberapa patokan yang mungkin bisa kita pakai, kita aplikasikan dalam memprediksi postur adik-adik kita ini nanti setelah 5–6 tahun ke depan seperti apa,” sebutnya.

Baca Juga: PSPS Pekanbaru Tantang PSIS, Plt Gubri SF Hariyanto Direncanakan Beri Dukungan Langsung di Jatidiri

Salah satu Legenda PB Djarum yang juga menjadi anggota Tim Pencari Bakat PB Djarum, Kevin Sanjaya, membagikan pengalamannya ketika masih berjuang lolos melalui Audisi Umum PB Djarum. 

Dua kali peraih gelar Juara All England tersebut menuturkan, untuk menjadi seorang atlet dibutuhkan motivasi tinggi dan mentalitas pantang menyerah. Hal itu yang menurut Kevin, menjadi salah satu kunci keberhasilannya sebagai seorang pemain dunia. 

“Hadir di GOR Jati membuat saya bernostalgia semasa pertama kali mengikuti Audisi Umum PB Djarum di tahun 2006 lalu. Saya senang melihat perjuangan adik-adik yang begitu gigih. Menurut saya, mentalitas bertanding dan siap akan hasil apapun di lapangan menjadi poin penting untuk menjadi pebulutangkis handal,” sebutnya. (sol)

Editor : M. Erizal
pb djarum audisi umum pb djarum Bakti Olahraga Djarum Foundation