Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Menangkap Peluang Tanaman Kenaf di Riau

Rindra Yasin • Rabu, 10 Desember 2014 | 08:41 WIB
Kenaf (Hibiscus cannabinus L) merupakan tanaman penghasil serat. Kenaf memiliki keunggulan beradaptasi luas pada berbagai kondisi lahan dan memiliki toleransi yang tinggi terhadap kondisi cekaman abiotik seperti: genangan air, kekeringan, dan pH tanah yang rendah (asam). Kenaf merupakan tanaman hari pendek berumur 100-140 hari, dan cukup dikembangkan hanya dengan benih.

Hampir semua bagian tanaman dapat digunakan untuk bahan baku berbagai industri. Daun kenaf mengandung protein kasar 24 persen sangat baik untuk pakan ternak unggas dan ruminansia. Biji kenaf mengandung lemak 20 persen bagus untuk minyak goreng karena banyak mengandung asam lemak tidak jenuh (Oleat dan Linoleat). Kayu kenaf sangat baik sebagai bahan baku industri particle board untuk berbagai keperluan seperti furnitur, pintu, jendela, kusen, pelapis dinding rumah, dan lainnya.

Provinsi Riau pada tahun 2013 telah mengembangkan kenaf sebagai tanaman sela untuk pengembangan tanaman karet dan kelapa sawit. Pemilihan kenaf sebagai tanaman sela tersebut dikarenakan prospek dan nilai ekonomis yang tinggi, kontur tanah di Provinsi Riau yang cocok untuk pengembangan kenaf serta adanya perusahaan yang telah bersedia menerima hasil panen petani yaitu PT.Global Agrotek Nusantara Wliayah Sumatera.

Saat ini pengembangan penanaman Kenaf terus dikembangkan dan mulai dilakukan di berbagai Kabupaten di Provinsi Riau, seperti Kabupaten Kampar, Kabupaten Rohul, Kabupaten Rohil, Pekanbaru dan juga Kabupaten Bengkalis yang saat ini telah mengembangkan penanaman Lebih dari 100 hektare tepatnya di Desa Teluk Lecah dan Parit Kebumen Kecamatan Rupat oleh PT.Global Agrotek Nusantara Koordinator Bengkalis, Dumai, Duri dan rencananya pada Januari 2015 mendatang akan dilakukan panen perdana di Kabupaten Bengkalis.

Prospek Ekonomis Pengembangan Kenaf Riau
Riau memiliki potensi alam yang begitu luas dan sangat potensial dalam pengembangan bidang pertanian. Namun dengan luasnya potensi alam di Riau tenyata belum mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Riau pada umumnya, bahkan tingkat kemiskinan di Riau selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tingkat kemiskinan berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau sampai Maret 2014, jumlah orang miskin di mengalami peningkatan. Padahal Riau merupakan daerah yang terkenal dengan kaya sumber daya alam berpenduduk lebih dari 5 juta jiwa. Jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan di Riau Maret 2014 sebesar 449,89 jiwa  (8,12 persen). Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami kenaikan sebesar 7,7 persen yakni 462.67 ribu jiwa (BPS Riau).

Untuk mengatasi ini harus ada keberanian dan kebijakan dari pemerintah untuk memanfaatkan potensi alam Riau ini pada sektor pertanian yang lebih menghasikan dan penerimaan hasilnya yang cepat, seperti budidaya tanaman kenaf. Karena kenaf merupakan tanaman multifungsi dan multiguna yang tanpa kita sadari memiliki nilai ekonomis yang sangat luar biasa sekiranya mampu dikembangkan dengan serius.   

Pengembangan sektor tanaman kenaf ini bukan hanya mampu membuka peluang petanian baru bagi masyarakat, namun dalam jangka panjang akan mampu membuka berbagai peluang investasi yang pada akhirnya semakin terbuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat tempatan bahkan masyarakat Riau pada umumnya. Sebab selain kebutuhan serat kenaf yang telah dikontrak oleah PT Global Agrotek Nusantara batang kenaf dan daun kenaf juga dapat dijadikan pakan, pupuk dan partical board.

Terutama karena sifat seratnya yang ramah lingkungan dan sangat adaptif di berbagai lingkungan tumbuh seperti lahan tadah hujan, lahan banjir dan lahan gambut, sehingga pengembangan kenaf masih menguntungkan. Produktivitas kenaf yang tinggi harus didukung dengan penggunaan varietas unggul yang telah dilepas dan penggunaan benih yang bermutu.

Provinsi Riau merupakan daerah yang potensial dan sangat cocok sekiranya dikembangkan pada sektor pertanian kenaf ini. Kawasan yang strategis yang terletak di pinggiran laut selat melaka yang merupakan kawasan lintas perdagangan internasional yang sudah dikenal dunia. Kesempatan emas ini harus cepat di tindaklanjuti oleh berbagai pihak terutama pemerintah daerah harus bisa berkerja sama dengan pihak-pihak yang turut andil dalam pengembangan kenaf ini seperti PT.Global Agrotek Nusantara yang lebih dulu memulai dan memperlihatkan bukti penanaman di wilayah Riau.

Penulis juga telah mendapatkan info bahwa pembayaran kenaf juga tidak begitu lama, terbukti begitu barang sampai di Lamongan dalam hitungan 4 hari pembayaran telah dapat direalisasikan. Semoga segala upaya yang telah digagas oleh pemerintah dan pimpinan PT GAN area tanam wilayah Sumatera semakin diberkahi untuk kemajuan negeri lancang kuning yang bertuah. Amin.***


Herman Tino
Mahasiswa Program Doktoral Islamic Economic And Finane (IEF) Universitas Trisakti
Editor : Rindra Yasin