Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Mimpi Nabi Yusuf dan Planet Baru

Rindra Yasin • Jumat, 3 April 2015 | 10:55 WIB
Apakah ini kebenaran mimpi Nabi Yusuf AS melihat 11 bintang (kaukab). Kebenaran kata kaukab yang diterjemahkan sebagai planet juga didukung oleh fakta bahwa pada buku-buku teks ilmu pengetahuan alam disebutkan bahwa jumlah planet yang telah ditemukan di tata surya kita adalah 9 yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Pluto. Baru-baru ini (tahun 2004) ditemukan sebuah benda langit mirip planet yang mengelilingi matahari yang letaknya lebih jauh dari Planet Pluto (planet terjauh dari bumi). Jika benda langit ini dipastikan sebagai planet, maka telah ada 10 planet yang ditemukan. Dengan demikian masih ada satu planet lagi yang belum ditemukan karena menurut Alquran ada 11 planet, dan apakah planet yang satu lagi adalah Chiron? Seperti pemberitaan yang sangat menarik di Riau Pos baru-baru ini.

“Kembaran Planet Saturnus ditemukan”,  inilah judul pemberitaan Riau Pos, Ahad (22/3), halaman 34 (Sain Fiesta). Diberitakan, Saturnus adalah planet yang unik dengan cincin mengintarinya. Namun ternyata, ada satu planet lainnya di tata surya kita yang memiliki cincin yang serupa dengan yang dimiliki Saturnus. Planet kerdil dengan cincin ditemukan Ahli Antariksa dari MIT (Massachusetts Institute of Tecnology) secara kebetulan. Planet itu tepat berada di antara Planet Saturnus dan Uranus. Ilmuan MIT lantas menamainya “Chiron”, sama dengan makhluk setengah kuda dan setengah manusia (Sentaurus) yang ada di film box office berlatar belakang mitologi Yunani. Karena Chiron berbentuk planet, debu-debu itu akhirnya berputar mengelilinginya dan membentuk sebuah cincin, mirip dengan milik Saturnus. Sebenarnya, Chiron pertama kali ditemukan di tahun 1977 dan menjadi jenis planet ‘Sentarus’ pertama.
 
Yusuf AS merupakan salah satu dari 12 putra Yakub AS (Israel) dan merupakan buyut dari Ibrahim AS. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 1715 SM dan ia ditugaskan berdakwah kepada Kana’an dan Hyksos di Mesir. Namanya disebutkan sebanyak 27 kali di dalam Alquran. Ia memiliki dua anak laki dan satu anak perempuan dan ia wafat di Nablus Palestina. Yusuf di dalam Alquran dikatakan sebagai pria tertampan di dunia. Pernyataan ini digambarkan ketika Yusuf tumbuh remaja, istri tuannya yang bernama  Zulaikha menggodanya karena tidak bisa menahan daya tarik ketampanannya dan setiap wanita yang melihatnya pasti terkesima, namun Yusuf AS menolaknya (Yusuf: 23). Sehingga ia mengancam Yusuf akan dipenjarakan, jika tidak mengikuti perintahnya (Yusuf: 32). Namun, Yusuf tetap teguh dan ia akhirnya dipenjarakan (Yusuf: 33). Yusuf dipenjarakan bersama dua orang tahanan.

Sekilas kisah Nabi Yusuf AS. Dari beberapa sumber dikatakan bahwa Nabi Yaqub AS memiliki dua belas orang anak dari keempat istrinya. Salah satunya adalah Yusuf, yang merupakan buah hati dari hasil pernikahannya dengan Rahil. Kedua belas anaknya yaitu; Syam’unn, Lawi, Yahuza, Yasakir dan Zabulon dari pernikahannya dengan Laiya, Yusuf dan Bunyamin dari pernikahannya dengan Rahil serta dari kedua istrinya yang lain adalah Dan, Naftali, Jad dan Asyir. Sejak kecil Yusuf  AS telah menampakkan ahlak yang baik dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lain, hal inilah yang menjadi salah satu kekaguman ayahnya (Nabi Yaqub AS) sehingga ia sangat menyayangi Yusuf AS melebihi anak-anaknya yang lain. Hal ini tentunya menimbulkan kecemburuan dari saudara-saudara Yusuf AS yang lain, yang menganggap Nabi Yaqub AS (ayahnya) pilih kasih terhadap mereka. Sehingga mereka tidak segan-segannya untuk mencelakai Yusuf.

Di suatu malam, Yusuf kecil bermimpi dalam tidurnya. Dalam mimpinya itu, ia melihat ada sebelas benda angkasa, di antara sebelas benda angkasa tersebut adalah matahari dan bulan. Kesebelas benda angkasa itu, semuanya “bersujud” kepada Yusuf. Ketika pagi tiba, Yusuf bergegas menemui sang ayah, Nabi Yaqub AS, seorang nabi yang sangat bijaksana sehingga sangat dihormati oleh seluruh keluarga. Yusuf pun menceritakan mimpinya itu kepada ayahanda tercinta. “Wahai ayahku! Sungguh malam tadi aku bermimpi melihat sebelas benda angkasa (kaukab, matahari dan bulan), semuanya bersujud kepadaku!” kata Yusuf. “Mimpimu indah sekali, nak! Itu bukti sayang Allah SWT kepadamu!” jawab Nabi Yaqub AS. “Ayah harap, kamu tidak menceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu!” lanjut Nabi Yaqub AS. “Baik ayah!” jawab Yusuf AS.

Itu adalah salah satu kutipan dari kisah Nabi Yusuf AS, seorang nabi yang mendapat karunia dari Allah SWT. Ia adalah seorang pemimpin yang bijaksana, ahli strategi dan memiliki kemampuan untuk melihat kejadian di masa yang akan datang. Dari kisah Yusuf ini pula kita mendapatkan sebuah “kalimat yang luar biasa” yang keluar dari perkataan Yusuf kecil. Yusuf mengungkapkan mimpinya dengan menyebutkan, bahwa kaukab, matahari dan bulan bersujud kepadanya. Mengapakah Yusuf AS membuat kesimpulan bahwa mereka (benda angkasa itu) bersujud? Apakah sama sujud mereka/benda angkasa itu ekspresinya dengan sujud kita dalam salat? Pertanyaan-pertanyaan ini yang akan kita coba bahas, serta hal-hal lain yang terkandung dalam kisah mimpi seorang Yusuf kecil.

Allah berfirman dalam Alquran, “ Ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai Ayah, aku melihat (dalam mimpi) sebelas kaukab, matahari dan bulan bersujud kepadaku”. (Surah Yusuf : Ayat 4).

Kata kaukab dalam frase “ahada ‘asyara kaukab” diterjemahkan sebagai planet, karena benda langit itulah yang terkait dengan matahari dan bulan. Sebagian ahli tafsir mengemukakan bahwa benda langit ini (dalam mimpi Yusuf AS) secara simbolis mereprentasikan saudara-saudara laki-laki, ayah dan ibu Nabi Yusuf. Oleh kerana Nabi Yakub mempunyai 12 orang putera, maka jumlah planet bukanlah sebelas melainkan 12 yang bersesuaian dengan maksud ayat di atas.

Ilmu pengetahuan modern menemuan sembilan planet dan sejumlah asteroid yang beredar pada orbit planet kelima yang berarti kita baru mengetahui 10 orbit planet saja. Ernst J Opik, seorang ahli astronomi terkenal, berpendapat bahwa asteroid-asteroid itu mungkin berbentuk dari dua planet yang hancur saling bertabrakan. Selain itu, ada perbedaan pendapat mengenai klasifikasi benda langit yang dinamai “Chiron”, apakah termasuk kategori planet ataukah komet? Sangat mungkin suatu saat pengetahuan manusia akan menemukan sebuah planet lagi atau mendapat kejelasan bahwa benda langit “Chiron” sesungguhnya adalah planet. Pertanyaan itu kini terungkap, seperti informasi Riau Pos di atas. Dengan demikian, jumlah planet yang berada pada sistem matahari menjadi sebelas sebagaimana disebut dalam ayat Alquran di atas.

Di sisi lain. Kebenaran kata kaukab yang diterjemahkan sebagai planet juga didukung oleh fakta bahwa pada buku-buku teks ilmu pengetahuan alam disebutkan bahwa jumlah planet yang telah ditemukan di tata surya kita adalah sembilan yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Pluto.

Baru-baru ini (tahun 2004) ditemukan sebuah benda langit mirip planet yang mengelilingi matahari yang letaknya lebih jauh dari Planet Pluto (planet terjauh dari bumi). Jika benda langit ini dipastikan sebagai planet, maka telah ada 10 planet yang ditemukan. Dengan demikian masih ada satu planet lagi yang belum ditemukan karena menurut Alquran ada 11 planet. Sekali lagi, dengan ditemukannya Chiron sebagai sebuah planet, maka lengkaplah 11 planet seperti mimpi Nabi Yusuf SA. Wallahu a’lam bi al-Showab.***


Rony Ardiansyah
Peminat Sains Alquran.Dosen Pascasarjana Magister Teknik Sipil UIR Editor : Rindra Yasin