Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Sebahagia Apa Peringatan HGN?

Redaksi • Sabtu, 27 Desember 2025 | 15:59 WIB
Rubaida Rose
Rubaida Rose

Semua terasa begitu cepat berganti. Pada Rabu (25/11) lalu guru se-Indonesia memperingati Hari Guru Nasional (HGN). Ditandai dengan perayaan yang tujuannya membahagiakan hati guru. Mulai dari ucapan selamat hari guru, upacara hari guru, pelepasan balon, tukaran kado, penyerahan bunga, kue kepada guru dan lainnya. Apakah ada rasa bahagia yang guru rasakan? Momen penting apa yang harus kita perhatikan?.

Menurut pakar pendidikan perayaan HGN ini merupakan momen penting yang lebih dari sekadar perayaan seremonial, tetapi sebagai bentuk penghargaan, refleksi dan advokasi. Hari Guru merupakan pengakuan atas peran krusial guru sebagai pembentuk karakter, penggerak perubahan, dan agen sosialisasi nilai-nilai kebangsaan.

Hari itu juga menjadi sarana bagi para guru untuk merefleksikan praktik pengajaran, memperbarui semangat, dan bagi masyarakat serta pemerintah untuk menegaskan kembali komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan, kualitas pendidikan, dan dukungan terhadap profesi guru. 

Di sisi lainnya ada mis konsepsi terhadap perayaan hari guru. Di mana siswa merayakan hari guru hanya dengan wali kelas. Hanya dengan guru-guru tertentu. Kemudian memberi hadiah, memberi bingkisan, kue dan lainnya hanya tertuju pada satu arah. sehingga wali kelas yang bersangkutan repot membawa beraneka bingkisan yang wajib diberikan oleh siswa di kelasnya.


Sementara di sudut ruangan lain guru merasa tak dipedulikan, Siapa mereka? Mereka adalah guru yang bukan wali kelas termasuk kepala sekolah, dan tata usaha. Hanya melihat realita mereka dibedakan oleh siswanya. Siapa orang yang paling bertanggung jawab akan hal ini? Dari hasil wawancara dengan penghuni sekolah muncul opini yang menyatakan bahwa kurangnya peran kepala sekolah untuk mencarikan solusi agar tidak muncul ketimpangan sosial yang membuat banyak pihak merasa disakiti.
Nah, lagi-lagi kepala sekolah yang jadi sasaran. Di satu sisi kita sepakat bahwa tradisi ini sudah ada sejak zaman sebelumnya. Sehingga muncul pula opini negatif yang menyatakan tidak boleh adanya gratifikasi di sekolah.

Makna gratifikasi di sini pemberian dalam bentuk apa pun (uang, barang, jasa, dan lainnya) kepada guru atau staf sekolah karena jabatan mereka, karena hal ini dapat mengarah pada konflik kepentingan dan korupsi. Meskipun secara harfiah tidak selalu buruk.

Pemberian semacam itu menjadi masalah hukum dan etika jika terkait dengan tugas dan kewajiban guru, seperti mempengaruhi penilaian atau memperlakukan siswa secara tidak adil. Kita juga sepakat bahwa hal tersebut di atas bisa mengurangi nilai ikhlas seorang guru dalam mengajar.

Sebaiknya bagaimana merayakan hari guru? Tentunya ada cara yang lebih baik dari pada melakukan hal seremonial yang berakibat buruk terhadap dunia pendidikan. Kepala sekolah, dewan guru, dan siswa bisa duduk bersama dan mencarikan hal terbaik dalam peringatan hari guru tanpa mengurangi makna hari guru itu sendiri.

Menurut pakar pendidikan, perayaan HGN memiliki fungsi sebagai apresiasi mendalam  atas jasa guru dan momentum refleksi bagi dunia pendidikan Indonesia. Perayaan ini menekankan pentingnya menghargai jasa tanpa pamrih  para pendidik, mendorong peran guru sebagai agen perubahan di era digital, serta menguatkan hubungan guru-siswa melalui kegiatan yang tulus. 

Apa makna yang kita ambil dari perayaan hari guru nasional? Makna pertama sebagai bentuk penghormatan atas jasa para guru yang telah berjuang mendidik generasi bangsa tanpa pamrih.

Makna kedua sebagai momen bagi semua pihak di dunia pendidikan untuk merefleksikan dan mengevaluasi kondisi pendidikan saat ini, termasuk adaptasi guru terhadap perkembangan zaman dan teknologi.

Makna ketiga sebagai wadah mengingatkan kembali bahwa guru tidak hanya mengajar ilmu, tetapi juga membentuk karakter, moral, dan kepribadian peserta didik.
Makna keempat hal ini menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan emosional antara semua guru dan siswa, misalnya melalui kegiatan sederhana seperti pemberian bunga, surat ucapan, atau pentas seni.

Makna secara umum seluruh masyarakat sadar dan menjalankan peran penting pendidikan sebagai fondasi kemajuan bangsa, dengan guru sebagai ujung tombaknya.

Kemudian hal paling penting (esensial ) dalam perayaan hari guru ini disarankan oleh para pakar pendidikan: Esensi utama perayaan seharusnya terletak pada ketulusan, bukan pada acara yang mewah bentuk apresiasi sederhana seperti ucapan terima kasih secara langsung atau kartu tulisan tangan dapat memberikan kesan yang mendalam. Di mana di dalamnya mengutamakan kebersamaan.

Sikap siswa yang menghormati guru, disiplin, dan menunjukkan semangat belajar adalah hadiah terbaik bagi para pendidik.  dan mengapresiasi guru yang telah bertransformasi menjadi agen perubahan di era digital yang mampu menyajikan pembelajaran inovatif dan menyenangkan. 

Hal penting lainnya terkait peringatan Hari Guru, kenapa kita sesama guru harus melek terhadap perkembangan? Apalagi terkait mengapa guru harus menjadi anggota organisasi profesi? UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen: Mengatur tentang organisasi profesi guru dan dosen, serta kewenangan dan fungsinya. Guru dan dosen, serta kewenangan dan fungsinya. Permendikbud ristek Nomor 67 Tahun 2024: Mengatur tentang organisasi profesi guru sebagai wadah untuk aktualisasi kompetensi.

Organisasi profesi tersebut dibatas menurut opini dari pakar pendiddikan sangat bermanfaat untuk meningkatkan profesionalisme, mendapatkan dukungan, memperjuangkan hak-hak mereka, dan berkontribusi pada pengembangan pendidikan. Organisasi ini menyediakan pelatihan, sumber daya, dan forum untuk berbagi pengalaman, yang pada akhirnya membantu guru mengembangkan kompetensi, meningkatkan kesejahteraan, dan menjadi advokat bagi kepentingan guru serta pendidikan.

Manfaat bergabung dengan organisasi profesi: Meningkatkan Kompetensi Progesional. Ikut serta dalam pelatihan, seminar, dan lokakarya untuk memperbarui pengetahuan dan keterampilan mengajar.

Manfaat kedua dengan mudah mendapatkan akses ke informasi terbaru dan sumber belajar terkait pedagogi dan teknologi pembelajaran.Manfaat ketiga berbagi pengalaman dan mencari solusi bersama rekan sejawat untuk tantangan di kelas.
Manfaat kelima memiliki jejaring profesional yang luas dengan guru dari berbagai daerah. Manfaat keenam mendapat dukungan dalam memperjuangkan hak-hak guru, seperti kesejahteraan, tunjangan, dan regulasi kebijakan.

Manfaat ketujuh mengadvokasi kepentingan guru dan pendidikan secara umum di hadapan pemerintah dan publik. Manfaat ke delapan kendapatkan informasi dan dukungan untuk program sertifikasi dan pendidikan lanjutan. Manfaat kesembilan memiliki kesempatan lebih baik untuk peningkatan karier dan kesejahteraan.

Manfaat yang terakhir untuk menjunjung tinggi martabat profesi guru dengan menunjukkan komitmen terhadap standar profesional dan kualitas pendidikan. Dan menjadi bagian dari gerakan kolektif untuk memajukan profesi keguruan secara keseluruhan. 

Guru se-Indonesia sebahagia doa dan harapan. “Selamat Hari Guru Nasional ke 80” Semoga opini ini menambah luas wawasan terkait peringatan HGN.***

Oleh: Kepala Madrasah Aliyah Nurul Islam Kuantan Singingi, Rubaida Rose

Editor : Bayu Saputra
#HGN #hari guru nasional #Opini riau pos