Selamat Ulang Tahun Kuantan Singingi
Rindra Yasin • Selasa, 11 Oktober 2011 | 07:27 WIB
RABU, 12 Oktober 2011 ini adalah hari yang bersejarah bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi.
Betapa tidak, 12 tahun silam tepatnya Selasa tanggal 12 Oktober 1999 Kabupaten Kuantan Singingi resmi dimekarkan dari Kabupaten Indragiri Hulu melalui Undang-Undang Nomor 53/1999.
Pada 2001 Kabupaten Kuantan Singingi telah melakukan pemilihan bupati dan wakil bupati melalui pemilihan oleh anggota DPRD dan memiliki bupati defenitif yang dipimpin oleh pasangan Drs Rusdi S Abrus dan Drs H Asrul Jaafar.
Akan tetapi takdir tidak dapat dihindari, beberapa hari setelah pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih, masyarakat Kuansing dikejutkan oleh berita duka dengan meninggalnya Bupati Rusdi S Abrus di Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung (sekarang Kabupaten Dharmasraya).
Kemudian kepemimpinan Kabupaten Kuansing dilanjutkan oleh Drs H Asrul Jaafar tanpa didampingi oleh wakil bupati.
Perubahan demi perubahan terus diupayakan, alhasil sang bupati saat itu berhasil membangun dasar-dasar pembangunan di Kuantan Singingi, baik itu dasar-dasar pembangunan insfrastruktur, maupun pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Di bidang peningkatan sumber daya manusia, dapat dibuktikan bahwa saat ini di Kabupaten Kuantan Singingi telah berdiri beberapa perguruan tinggi (PT) dan akhirnya beberapa perguruan tinggi tersebut melebur menjadi sebuah universitas yang dinamakan Universitas Islam Kuantan Singingi (UNIKS) baru-baru ini, yang mana gagasan pendirian universitas itu telah dimulai semenjak Kabupaten Kuantan Singingi baru berdiri.
Prestasi Kuansing
Prestasi Kabupaten Kuantan Singingi di tingkat nasional tergolong bagus, dari hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia selama sepuluh tahun sejak 1999-2009 Kabupaten Kuantan Singingi berada pada peringkat 12 dari 164 Daerah Otonom Hasil Pemekaran (DOHP) se-Indonesia.
Evaluasi Kementerian Dalam Negeri tersebut kemudian dituangkan dalam Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 120-277/2011 tanggal 21 April 2011.
SK Mendagri menyatakan urutan sebagai berikut: 1) Kabupaten Dharmasraya (Sumbar); 2) Kabupaten Bangka Tengah (Babel); 3) Kabupaten Samosir (Sumut); 4) Kabupaten Boalemo (Gorontalo); 5) Kabupaten Serdang Bedagai (Sumut); 6) Kabupaten Bangka Selatan (Babel); 7) Kabupaten Malinau (Kaltim); 8) Kabupaten Muaro Jambi (Jambi); 9) Kabupaten Bangka Barat (Babel); 10) Kabupaten Sumbawa Barat (NTB); 11) Kabupaten Rote Ndao (NTT); dan 12) Kabupaten Kuantan Singingi (Riau).
Sementara itu, indikator penilaian Kemendagri tersebut terdiri dari kesejahteraan masyarakat, good governance, pelayanan publik dan daya saing, semua indikator itulah kemudian dikumulatifkan.
Dari hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri tersebut terlihat Kabupaten Dharmasraya (Sumatera Barat) berada pada posisi pertama, hal ini tidak terlepas dari indikator kesejahteraan masyarakat yang tergolong tinggi di kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung ini.
Untuk itu sebagai kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Dharmasraya, tidak ada salahnya Kabupaten Kuantan Singingi mengambil pelajaran dari kabupaten tetangganya ini, terutama dari segi indikator dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kini Kabupaten Kuantan Singingi sudah bertambah usianya, dengan momentum ulang tahun Kuansing yang ke-12 ini merupakan puncak kebahagiaan bagi seluruh anak nogori se-Kuantan Singingi, bahkan merupakan juga kebahagiaan bagi seluruh perantau yang berasal dari Kuantan Singingi, sekaligus sebagai puncak perjuangan seluruh lapisan masyarakat dalam mendirikan kabupaten ini.
Kini perjuangan masayarakat Kuantan Singingi telah membuahkan hasil, untuk itu rasanya sangat layak peringatan ulang tahun ini dilaksanakan sebagai cambuk dan koreksi diri bagi seluruh masyarakat dalam pembangunan.
Untuk itu tak ada kata lain, Kuantan Singingi harus bangkit dalam mengejar ketertinggalan pembangunan dari daerah-daerah lainnya adalah mutlak dilakukan.
Dukungan bersama adalah kata kuncinya, sebab tanpa dukungan dan bahu-membahu, upaya dan cita-cita mulia tidak akan pernah terwujud.
Harapan
Berbicara harapan, tentunya tidak lepas dari kesejahteraan masyarakat, good governance, pelayanan publik dan daya saing Kabupaten Kuantan Singingi harus bisa jadi lebih baik dari sekarang.
Pembangunan Kabupaten Kuantan Singingi ke depan harus merata dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Bukan hanya kemakmuran tapi harus memperhatikan aspek budaya dan kearifan lokal harus tetap dipertahankan sebagai landasan pengambilan kebijakan.
Saya sangat mengapresiasi dengan kepemimpinan Drs H Asrul Jaafar, tanpa wakil bupati ia berjuang sekuat tenaga mewujudkan pembangunan di Kuansing, dan karena perjuangannya jugalah masyarakat Kuantan Singingi saat ini bisa menikmati pembangunan yang telah kita rasakan sekarang.
Tiada kata lain selain terima kasih yang tak terhingga kepada (alm) Rusdi S Abrus sebagai bupati pertama dan Drs H Asrul Jaafar yang telah berjuang tanpa mengenal lelah demi mewujudkan Kuantan Singingi yang lebih sejahtera dan bermartabat.
Dan tidak lupa tentunya terima kasih yang tidak terhingga bagi seluruh pejuang yang telah berjuang dengan susah payah mewujudkan berdirinya Kabupaten Kuantan Singingi.
Semoga ke depannya Kabupaten Kuansing lebih membanggakan, menjadi barometer bagi kemajuan kabupaten madani yang dicita-citakan.
Tulisan ini merupakan sumbangan saya untuk kabupaten tempat saya dilahirkan, semoga ada manfaatnya. Dari Sumatera Barat Bumi Minangkabau saya mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-12 Kabupaten Kuantan Singingi. Basatu Nogori Maju.***
Rama Putra, Putra Jati Kuansing, PNS di Kabupaten Dharmasraya, Sumbar. Editor : Rindra Yasin