Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Himpaudi dan IGTKI Kunjungi Bayi-bayi Evakuasi

Redaksi • Sabtu, 10 Oktober 2015 | 10:56 WIB
KOTA (RIAUPOS.CO) - Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Riau dan Kota Pekanbaru bersama Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Riau dan Pekanbaru mengunjungi bayi-bayi evakuasi di posko darurat asap di aula Kantor Wali Kota Pekanbaru, Jumat (9/10).

Selain mengunjungi Himpaudi juga menyerahkan bantuan berupa perlengkapan kebutuhan bayi dan alat peraga edukatif (APE).
Ketua Himpaudi Riau Hj Sri Wahyuni didampingi Ketua Himpaudi Kota pekanbaru Dian Masri kepada Riau Pos mengatakan, kegiatan yang dilakukan himpaudi bersama iGTKI dalam menhadapi musibah kabut asap di Riau dengan melakukan salat minta hujan yang dipusatkan di lapangan SPN Pekanbaru. Dilanjutkan dengan mengunjungi dan memberikan bantuan kepada para bayi dan balita yang dievakuasi akibat terpapar kabut asap.

”Yang diberikan tidak hanya keperluan bayi tapi juga alat peraga edukatid (APE) untuk mengembangkan motorik anak. Semuanya ada 8 paket yang kami diberikan,” ujar Sri.

Sri juga mengapresiasi apa yang dilakukan Pemko Pekanbarj dalam menyelamatan para bayi korban asap dengan membuat posko  sehingga kesehatan bayi lebih terjaga
”Tempatnya sangat layak karena oksigen yang diperoleh anak sudah sangat layak,” takanya lagi.
Sementara itu Dian Masri mengatakan berdasarkan informasi yang diperolehnya, tidak hanya bayi yang ditanggung di posko ini,  tapi  orangtua bayi juga ditanggung.

”Apriyani (28), warga Jalan Karunia,  Rumbai kepada Riau Pos mengaku masuk ke posko tersebut sejak Rabu (30/9) lalu. ”Sudah 10 hari di posko ini. Sebelumnya bayi dan anak saya dirawat di Puskesmas. Karena posko ini sudah ada, dokter menyarankan dibawa ke sini. Apalagi semua kebutuhan bayi ditanggung,” ujar ibu tiga anak ini.

Sementara Nurhabibah (37) warga Jalan Nelayan, Rumbai menuturkan awalnya berobat ke Puskesmas Umbansari. ”Saat berobat dokter menanyakan apakah bayi saya mau dievakuasi di posko penanggulangan kabut asap khusus untuk bayi, saya bilang mau. Soalnya Maret lalu ada asap dan bayi saya terkena ISPA,” kata ibu empat anak ini.

Bayinya bernama Al Asrah (5 bulan) beserta 7 bayi lainnya bisa berada di posko tersebut setelah ada surat dari puskesmas. ”Kalau tidak ada surat dari Puskesmas tak bisa masuk sini, ” katanya.(hen)
Editor : RP Redaksi
#himpaudi