Empat bank sampah induk tersebut di antaranya, Bank Sampah Berlian Labuai, Bank Sampah Bukit Hijau Berlian, Bank Sampah Dalang Collection dan Bank Sampah Tuan Di Bangarna (TDB).
Sekretaris DLHK Kota Pekanbaru Elmawati Sahar mengatakan, program tersebut memiliki dua tujuan utama, yaitu membantu korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah yang terjadi pada 28 September 2018 lalu. Selain itu sebutnya, mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah yang benar dan cinta lingkungan.
“Momentum ini juga kita jadikan agar masyarakat bisa mencintai, memilah, dan mengelola sampah. Hadiahnya, nanti amal ibadah atau pahala,” ujar Elma saat ditemui di ruangan kerjanya, Selasa (9/10) siang.
DLHK menargetkan kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), sekolah-sekolah Adiwiyata/non-Adiwiyata, dan seluruh masyarakat Kota Pekanbaru untuk dapat turut bersedekah dengan program yang dibuat ini. Caranya, bagi SKPD dapat menabung di kantor masing-masing, untuk sekolah dapat menabung di sekolah dan sampah akan dijemput pihak bank sampah induk.
Kemudian, masyarakat yang sudah menjadi nasabah, bisa langsung ke unit-unit bank sampah atau ke bank sampah induk. Sementara, untuk masyarakat yang belum pernah menabung bisa langsung kantor camat atau bank sampah terdekat.
Biasanya, sampah yang sudah ditimbang setelah dikonversi ke nilai rupiah akan masuk ke buku tabungan. Namun, jika ingin disumbangkan akan langsung dihitung sebagai sedekah.
Program ini sudah dirancang sejak awal Oktober dan saat ini sedang disosialisasikan ke masyarakat. “Pekan ketiga Oktober akan dilakukan penjemputan oleh 4 bank sampah induk. Lalu, akhir Oktober kita hitung jumlah dana yang terkumpul dan akan disalurkan,” ungkapnya. Elma berharap, berbagai langkah yang telah dilakukan DLHK dapat mengatasi permasalahan sampah di Kota Pekanbaru.
Terpisah, Direktur Bank Sampah Berlian Labuai Yunita mengatakan saat ini baru sampah dari Bank Sampah Unit di DLHK yang disetorkan ke sana. “Pada Kamis lalu, sampah dari DLHK dibawa ke sini dan itu bernilai Rp300 ribu. Untuk saat ini masih tahap sosialisasi,” ujarnya.
Yuni menjelaskan sampah yang bisa ditabung ataupun disedekahkan berupa sampah anorganik. Seperti kertas, botol plastik, dan kaleng-kaleng. “Kalau ada sampah lain yang kami lihat ada nilainya akan kita terima, sampahkan banyak jenisnya” katanya.(*/ade)