Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pasar Kaget Ditutup, Pedagang Malah Gelar Lapak di Bahu Jalan Arengka Atas

Hary B Koriun • Jumat, 10 April 2020 | 22:54 WIB
Pedagang pasar kaget Perumahan Sidomulyo, Pekanbaru yang ditutup, menggelar dagangan di tepi  Arengka Atas (Jl Soekarno-Hatta) sebelah lokasi perumahan tersebut, Jumat (10/4/2020).(FURQON LW/RIAUPOS.COM)
Pedagang pasar kaget Perumahan Sidomulyo, Pekanbaru yang ditutup, menggelar dagangan di tepi Arengka Atas (Jl Soekarno-Hatta) sebelah lokasi perumahan tersebut, Jumat (10/4/2020).(FURQON LW/RIAUPOS.COM)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Meski pasar kaget yang berada di kawasan Perumahan Sidomulyo Pekanbaru ditutup, para pedagang dadakan itu tidak kehabisan akal. Mereka malah berjualan dan menggelar lapak baru di bahu Lalan Soekarno-Hatta (Arengka Atas), Kota Pekanbaru, Jumat (10/4/2020).

Kondisi tersebut dianggap membahayakan dan merugikan banyak pihak di tengah gencar-gencarnya imbauan pemerintah untuk mengurangi aktivitas keramaian karena wabah corona (Covid-19) ini.

Pantauan Riaupos.co, pedagang yang menggelar lapak baru tersebut persis berada di tepi Jalan Soekarno-Hatta, SMK Masmur, seberang Jl Teropong. Berbagai dagangan ditawarkan oleh para pedagang tersebut.

Dendi, warga sekitar, menyebut bahwa puluhan pedagang pasar kaget di lingkungan tersebut kebingungan karena ladang usaha mereka ditutup. Makanya mereka membuka lapak di bahu jalan tersebut.

"Biasanya pasar kaget itu tiap Jumat dekat Perumahan Sidomulyo, lokasinya dekat jembatan. Ini karena dilarang pemerintah untuk tutup makanya mereka pindah ke sini (lapak baru, red)," ujarnya.

Para pedagang pasar kaget tersebut pindah ke lokasi baru hanya berjualan hingga hampir jam 20.00 WIB.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Pekanbaru melarang pasar kaget beroperasi di wilayah kota. Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. 

Laporan: *1/Eka Gusmadi Putra
Editor: Hary B Koriun

Editor : Hary B Koriun