Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jalani Ritual Ceng Beng di Pusdiklat Bumi Suci Maitreya 

Koran Riau Pos • Senin, 10 April 2023 | 10:03 WIB
Maha Pandita Wiweka Dharma (kiri) bersama pandita lainnya di Pusdiklat Bumi Suci Maitreya melakukan penyalaan lilin berkah dari disumbangkan oleh umat Buddha untuk keluarganya yang sudah meninggal dunia, Jumat (7/4/2023).
Maha Pandita Wiweka Dharma (kiri) bersama pandita lainnya di Pusdiklat Bumi Suci Maitreya melakukan penyalaan lilin berkah dari disumbangkan oleh umat Buddha untuk keluarganya yang sudah meninggal dunia, Jumat (7/4/2023).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Perayaan Ceng Beng (Qing Ming) kembali digelar warga Tionghoa. Kali ini di Pusdiklat Bumi Suci Maitreya (PBSM) Jalan Riau ujung, Jumat (7/4) malam.

Ritual Ceng Beng dipimpin Ketua PBSM Maha Pandita Wiweka Dharma yang dihadiri ribuan umat Buddha di Kota Pekanbaru.

Maha Pandita Wiweka Dharma mengatakan, Ceng Beng merupakan budaya Tionghoa yang sangat baik sebagai wujud rasa syukur kepada orang tua dan leluhur yang sangat berjasa pada diri kita.  Ritual kali ini, dimulai dengan kebaktian malam, pembakaran naskah, bimbingan, doa Qing Ming Jie dan penyalaan lilin berkah.

''Orang tua memiliki budi melahirkan kita, membesarkan kita dan mendidik kita,'' tambahnya. Dikatakannya, budaya Ceng Beng juga sebagai bentuk balas budi kepada jasa leluhur. Sehingga para perantau akan pulang ke kampung halaman untuk ziarah ke makam leluhur. Mereka akan berkumpul untuk membersihkan makam, sembahyang dan berdoa.

''Peringatan Ceng Beng di PBSM dengan melaksanakan ritual yang diakhiri dengan penyalaan lilin berkah sebagai pelimpahan jasa kepada leluhur atau orang tua yag telah tiada. Terdapat lebih 3.000 lilin yang dinyalakan oleh umat Buddha yang datang,'' ungkapnya.

Tahun ini ritual Ceng Beng digelar di PBSM setelah para umat Buddha umumnya telah menziarahi makam orang tua dan leluhurnya. Maha Pandita Wiweka Dharma berharap, peringatan Ceng Beng yang digelar setiap tahun dapat menjadi teladan bagi generasi muda untuk berbakti kepada orang tua dan leluhurnya.

''Perlu pendidikan dari keluarga untuk terus melestarikan budaya Ceng Beng,'' kata Maha Pandita Wiweka Dharma yang juga Ketua Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia (Mapanbumi) Riau tersebut.

Puncak Ceng Beng diperingati setiap tanggal 4 atau 5 April dengan berziarah ke makam orang tua dan leluhur. Warga sudah bisa berziarah 10 hari sebelum puncak Ceng Beng dan 10 hari sesudahnya.(ayi)

 

Editor : Koran Riau Pos
#pbsm jalan riau ujung #Budaya Tionghoa #mapanbumi riau #perayaan ceng beng #penyalaan lilin