PEKANBARU (RIAU POS.CO) – Banjir Pekanbaru. Air masih menggenangi sejumlah permukiman dan ruas jalan di beberapa wilayah di Kota Bertuah. Warga pun harus mengungsi akibat banjir. Pasalnya ketinggian air, khususnya di Perumahan Witayu, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai Pekanbaru sudah mencapai sepinggang orang dewasa, Jumat (5/1/2024).
Susi, salah seorang warga di Perumahan Witayu RT 05/RW 11 Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai yang mengungsi di tenda pengungsian Jalan Nelayan mengatakan, ada sebanyak 150 kepala keluarga (KK) di Perumahan Witayu telah mengungsi. Ada yang mengungsi di tenda Jalan Nelayan, Jalan Gotong Royong dan ada juga yang telah mengungsi ke rumah sanak saudaranya.
"Di Perumahan Witayu ini ada sekitar 150 KK yang terdampak banjir dan telah mengungsi ke tenda yang didirikan oleh Dinas Sosial dan BPBD di Jalan Nelayan dan di Jalan Gotong Royong. Selain itu, ada juga warga yang telah mengungsi ke rumah sanak saudaranya," kata Susi.
Ia menjelaskan, warga di Perumahan Witayu baru sekitar dua hari ini meninggalkan rumah untuk mengungsi. Pasalnya air semakin hari semakin tinggi. Bahkan saat ini sudah sepinggang orang dewasa.
"Airnya semakin naik, makanya kami mengungsi. Memang pernah surut, tapi saat ini kembali naik lagi, bahkan lebih tinggi dari sebelumnya makanya warga disini pada mengungsi semua," terangnya.
Menurutnya, banjir Pekanbaru diakibatkan oleh luapan air Sungai Siak dan air kiriman dari Umban Sari. Hingga saat ini warga belum mengetahui sampai kapan air akan surut dan kembali kerumahnya masing-masing. Warga masih akan tetap bertahan di tenda hingga air surut.
"Kami mohon perhatian dari pemerintah agar di tenda pengungsian ini kami diberikan selimut, kasur, dan lainnya. Untuk di tenda pengungsian di Jalan Nelayan saja itu ada sekitar 6 KK," pungkasnya.
Pantauan Riaupos.co, di Jalan Nelayan banyak rumah warga yang terendam banjir. Terutama rumah yang terletak di dataran rendah dan di tepian Sungai Siak. Selain itu, beberapa akses jalan di Kelurahan Sri Meranti terputus dan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.(dof)
Editor : RP Edwar Yaman