Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jelang Idufitri, Aktivitas di Toko Emas Masih Sepi

Prapti Dwi Lestari • Jumat, 29 Maret 2024 | 13:10 WIB
Pedagang menyusun perhiasan emas yang dijualnya di salah satu pusat perbelanjaan di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Kamis (28/3/2024).
Pedagang menyusun perhiasan emas yang dijualnya di salah satu pusat perbelanjaan di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Kamis (28/3/2024).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Memasuki pekan ketiga bulan suci Ramadan 1445 H, harga emas di Kota Pekanbaru masih mengalami kenaikan. Meskipun begitu, belum berdampak siginifikan terhadap penjualan emas jelang Hari Raya Idulfitri tahun ini.

Pantauan Riau Pos, Kamis (28/3) di pusat penjualan emas di Sukarami Trade Center (STC) Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, tampak sejumlah toko emas masih belum ramai pengunjung yang akan melakukan pembelian dan penjualan emas. Padahal biasanya beberapa pekan jelang Idulfitri, sudah banyak masyarakat yang mulai menjual atau membeli emas untuk keperluan di hari raya.

Menurut salah seorang pemilik toko emas Asia di STC Pekanbaru Andre, sampai hari ke-17 Ramadan 1445 H masih belum ada transaksi penjualan di tokonya yang mengalami lonjakan berarti. Bahkan bisa dikatakan lebih sepi dibanding tahun sebelumnya.

Andre menjelaskan, saat ini harga beli emas untuk 1 emas atau 2,5 gram di harga Rp2.700.00, sedangkan kalau jual lebih kurang sekitar Rp2.600.000.

Harga emas saat ini mulai mengalami kenaikan sekitar Rp100 ribu per emas dari bulan seblumnya. Andre memprediksi pada 2024 ini harga emas akan terus melonjak naik karena berbagai faktor.

Pasalnya, ada beberapa faktor yang membuat masyarakat enggan membeli emas saat Ramadan tahun ini. Bukan hanya karena Idulfitri, bisa jadi kenaikan karena situasi luar negeri, seperti harga minyak dunia atau perang bisa mempengaruhi harga emas.

”Faktor luar negeri yang saat ini masih terjadi perang bisa jadi penyebabnya karena daya beli masyarakat yang rendah belum lagi harga keperluan pokok yang tinggi,” katanya.

Menurutnya, pada pertengahan puasa ini justru masyarakat lebih banyak menjual daripada membeli, kemungkin untuk memenuhi kebutuhan Lebaran jelang gaji atau THR turun.

”Biasanya pada momen puasa ini, kenaikan penjualan terjadi seminggu menjelang Lebaran,” tambah Andre lagi.

Sementara itu, salah seorang pengunjung toko emas Asia Herlita mengaku ia saat ini masih berfikir panjang untuk membeli emas disaat harganya yang masih tinggi. Ia mungkin akan menjual emas yang ia punya, namun tidak terlalu banyak untuk keperluan mudik Lebaran.

”Kalau beli mungkin tidak, karena harganya cukup tinggi. Tapi karena sekarang mau mudik dan uang cash nggak ada, ya mau tidak mau jual cincin yang ada dulu. Nanti kalau harganya sudah turun saya beli lagi,” katanya.(yls)

Editor : RP Arif Oktafian
#Jelang Idul Fitri #pekanbaru #toko emas