Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kabut Tebal, Penerbangan Aman

Prapti Dwi Lestari • Jumat, 26 April 2024 | 11:29 WIB
Kabut tebal menyelimuti Jalan HR Soebrantas dekat flyover Simpang Pasar Pagi Arengka, Pekanbaru, Ahad (21/4/2024) pagi.
Kabut tebal menyelimuti Jalan HR Soebrantas dekat flyover Simpang Pasar Pagi Arengka, Pekanbaru, Ahad (21/4/2024) pagi.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Ahad (21/4) pagi, cuaca di Kota Pekanbaru diselimuti kabut tebal dengan suhu udara yang cukup dingin antara 22.0–31.0 derajat celcius dengan kelembapan udara 60–99 persen dan arah angin dari Barat–Utara/10 – 30  km/jam.

Pantauan Riau Pos di sejumlah badan jalan di Kota Pekanbaru pukul 05.00 WIB, kabut tebal menyelimuti badan jalan di Kota Pekanbaru sehingga membuat jarak pandang terbatas.

Untuk mencegah dari terjadinya kecelakaan lalu lintas,banyak pengendara motor dan mobil yang masih tetap menghidupkan lampu kendaraan bermotor miliknya guna diketahui oleh pengguna jalan dan pengendara di depannya.

Salah seorang pengendara motor Revan mengaku sejak dini hari kota Pekanbaru sudah diselimuti dengan kabut tebal namun hawa sejuk ikut menyelimut Kota Pekanbaru meskipun jarak pandang sedikit mengalami penurunan.

Namun jelang terbitnya matahari hari kabut sudah mulai menghilang sehingga ia tidak lagi menggunakan lampu kendaraan mode jauh agar dapat diketahui oleh pengendara motor dan mobil lainnya di depannya.

”Sebenernya kabut ini biasa terjadi di Pekanbaru saat habis hujan tapi tadi pagi kabutanya cukup tebal jadi terasa seram kalau melintas di jalan protokol,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika  (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Pekanbaru  Irwansyah Nasution menjelaskan, kabut yang menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru saat dini hari itu di sebabkan karena perbedaan suhu antara permukaan tanah dengan lapisan udara. Di mana permukaan tanah lebih dingin dibandingkan dengan lapisan udara, sehingga terbentuklah kabut.

Kabut ini akan berangsur-angsur menghilang saat matahari terbit sehingga visibility juga semakin membaik.

Dikatakan, kabut tersebut tidak menganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru sehingga dapat melakukan aktivitas seperti biasanya. ”Sejauh ini tidak terlalu terganggu dengan adanya kabut, mungkin hanya delay saja tidak sampai menutup bandara,” ujarnya.(ayi)

Editor : Rindra Yasin
#kelembapan udara #jarak pandang terbatas #kabut tebal selimuti pekanbaru