PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Persoalan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) masih terjadi di Kota Pekanbaru. Terutama keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) di jalan-jalan.
Selain dikhawatirkan dapat mengganggu ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas, para gepeng juga dinilai berpotensi menimbulkan tindak kriminalitas.
Pantauan Riau Pos, hampir di semua persimpangan jalan protokol dijadikan gepeng mengemis. Seperti di simpang SKA, simpang Tobek Godang, simpang Jalan Arifin Achmad-Jalan Soekarno Hatta, simpang Jalan Tuanku Tambusai-Jalan Jenderal Sudirman, simpang Jalan Soekarno Hatta-Jalan HR Soebrantas.
Para gepeng meminta-minta dengan berbagai bentuk modus. Ada yang meminta dengan membawa kotak bertuliskan belum makan, ada yang berpakaian badut, ada yang modus membersihkan kaca kendaraan, dan ada juga mengecat tubuh mereka atau biasa dipanggil manusia silver.
Salah seorang pengendara motor Riansyah mengaku sangat merasa terganggu dengan keberadaan para gepeng di Kota Pekanbaru yang mulai meresahkan karena mereka kerap meminta-minta dengan cara memaksa.
Ia berharap ada ketegasan pemerintah kota terhadap keberadaan gepeng tersebut. ”Seharusnya pemerintah bisa tegas. Setiap bulan jumlah mereka pasti bertambah. Apalagi yang meminta-minta di bawah flyover SKA dan Living World itu, sampai bawa anak di bawah flyover untuk mengelas bekas kasihan masyarakat,” ucapnya.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru Dr H Idrus MAg mengatakan, pihaknya telah menurunkan sebanyak 26 orang satuan tugas (Satgas) yang rutin turun ke lapangan melakukan operasi penertiban gelandangan, pengemis, orang terlantar, serta persoalan sosial lainnya.
”Kami ada 26 orang Satgas, dibantu oleh THL dan koordinator ASN. Kami turun sesuai jadwal. Jadwalnya dalam satu hari dibagi dua shift. Dari pagi sampai jam 15.00 WIB. Kemudian jam 15.00 WIB sampai jam 23.00 WIB malam,” katanya.
Para petugas Satgas ini, lanjut Idrus bukan hanya menjangkau atau menertibkan gepeng saja, namun seluruh permasalahan sosial di tengah masyarakat.
”Satgas itu bukan semata-mata untuk persoalan gepeng saja, namun juga menjangkau orang terlantar dan permasalahan sosial lainnya. Tugas kita mengantisipasi permasalahan sosial ini,” jelasnya.
Khusus pada gepeng yang berhasil diamankan, Idrus katakan mereka dibuatkan surat perjanjian tidak akan meminta-minta lagi di jalanan. ” Mereka kita arahkan untuk berusaha, dan bahkan ada pelatihan bagi mereka agar nantinya dapat menjalankan usaha,” tuturnya.(ayi)
Editor : Rindra Yasin