PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Gerakan Pangan Murah (GPM) yang kembali ditaja Dinas ketahanan Pangan (Disketapang) Pekanbaru diserbu warga, Rabu (22/5). Kali ini GPM digelar di lapangan Masjid paripurna Az-Zikra, Jalan Beringin, Kelurahan Sungai Sibam, Kecamatan Binawidya.
”Total ada 10 ton komuditas pangan yang kami bawa ke lokasi ini agar masyarakat bisa merasakan bahan pangan murah dan berkualitas langsung dari petani,” kata Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Disketapang Pekanbaru Dinal Husna, kemarin.
Ia mengatakan, kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) ini menjadi salah satu upaya yang dilakukan Pemko Pekanbaru dalam menyikapi kenaikan harga bahan pokok yang terjadi saat ini. ”Kami berharap kegiatan ini bisa membantu masyarakat di Kota Pekanbaru khususnya di kawasan rawan pangan untuk mendapatkan bahan pangan yang terjangkau dan berkualitas,” ucapnya lagi.
Adapun bahan pokok yang dijual pada GPM fokus pada bahan pokok yang harganya sedang melambung tinggi. Seperti beras SPHP dijual Rp58.000 per 5 kg, beras Anak Daro Rp160.000 per 10 kg, gula pasir Rp16.000 per kg, telur ayam Rp47.000 per papan (30 butir), minyak goreng Rp14.000 per liter, daging ayam (harga distributor) dan aneka olahan ayam beku ( harga distributor).
Total bahan pangan yang dijual di GPM adalah beras SPHP 3 ton, beras Anak Daro 1 ton, minyak goreng 1,5 ton, gula pasir 600 kg, telur 300 papan, daging ayam dan olahannya 500 kg.
Bahkan dalam kegiatan ini, antusiasme masyarakat dalam mendapatkan bahan pangan murah cukup tinggi, terbukti lebih dari 900 kupon belanja yang disebarkan habis diserbu para pembeli yang didominasi kaum emak-emak.
Sementara itu, Lurah Sungai Sibam Sarnubi mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kegiatan gerakan pangan murah yang dilaksanakan untuk membantu masyarakat di Kelurahan sungai Sibam dalam mendapatkan bahan pangan terjangkau.
Ia berharap kegiatan seperti ini bisa setiap bulannya dilaksanakan di Kelurahan sungai Sibam agar masyarakat menengah kebawah bisa mendapatkan bahan pangan yang berkualitas dari para petani.
”Kami berharap ini bisa rutin dilaksanakan. Setidaknya sebulan sekali agar masyarakat bisa meningkatkan bahan pangan yang murah,” harapnya.(ayi)
Editor : RP Arif Oktafian