PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (Unri) angkatan 2021 menggelar kegiatan dengan konsep kebudayaan nusantara dengan tema ”Gemaraya Festival” bertempat di Gedung Anjung Seni Idrus Tintin Pekanbaru, Sabtu (15/6).
Gemaraya hadir dengan menyuguhkan penampilan seni yang bertujuan untuk menyuguhkan audiens supaya mengenal lebih dekat budaya lokal, kemudian diharapkan dapat membantu melestarikan dan mempertahankan eksitensi budaya yang ada, serta mencegah hilangnya pengetahuan tentang budaya dan tradisi yang sudah ada di Indonesia.
Ketua Pelaksana, Fikri Rasyid mengatakan, kegiatan ini merupakan projects akhir untuk mata kuliah Event Organizer (EO) dari Jurusan Ilmu Komunikasi. Yang mana di kegiatan ini juga akan menjadi penilaian Ujian Akhir Semester (UAS) nantinya.
”Tujuan diadakannya Gemaraya Festival ini adalah kami ingin mengajak anak-anak muda khususnya, agar tetap menikmati budaya dengan moderisasi sekarang melandanya konsep diberbagai daerah,” ujar Fikri Rasyid.
Dijelaskannya, kegiatan berlangsung selam dua hari dimulai, 14-15 Juni yang dibuka langsung oleh Dekan FISIP Unri. Berbagai acara dalam kegiatan Gemaraya Festival diantaranya talkshow membahas tentang teknologi yang dikaitkan dengan budaya.
”Kami juga mengundang Influencer, ada hiburan yang isi oleh Megi Irwan sebagai stand up comedy. Nah, pada hari kedua ini kami membuka acara pergelaran Nusantara . Dimana, pergelaran Nusantara itu ada berbagai kegiatan. Pertama, masuk, puisi, teater dan tari kreasi. Dan ada acara hiburan. Untuk mengisi kegiatan pergelaran Nusantara ini kami mengajak sanggar-sanggar yang ada di kota Pekanbaru,” katanya.
Sementara itu, Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Riau, Salsabila mengungkapkan kegiatan Gemaraya Festival bukan menjadi agenda rutin, tetapi kegiatan ini merupakan mata kuliah Event Organizer. Yang nantinya akan ada menjadi penilaian dalam Ujian Akhir Semester pada mata kuliah Event Organizer.
”Kami berharap dengan adanya Gemaraya Festival ini bisa memotivasi anak-anak muda agar tidak luntur budaya kita. Apalagi di negeri Melayu ini,” ujarnya.(dof) Editor : RP Arif Oktafian