PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Memasuki awal Juli 2024, Kota Pekanbaru diselimuti kabut tebal tersebut bukanlah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), melainkan kabut fog.
Pantauan Riau Pos, Senin (1/7) kabut tebal menyelimuti Kota Pekanbaru sejak pukul 05.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB yang membuat
jarak pandang pengendara sedikit berkurang. Kabut perlahan hilang seiiring munculnya sinar matahari.
Menurut Kepala Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Pekanbaru, kabut yang menyelimuti Kota Pekanbaru pada pagi hari merupakan kabut fog atau awan tetesan air kecil yang berada di dekat permukaan tanah dan cukup padat untuk mengurangi jarak pandang horizontal hingga kurang dari 1.000 meter (3.281 kaki).
”Ini kabut fog dan mist, bukan kabut asap karena kabut ini sifatnya mengandung partikel basah,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan informasi cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG, sejak pagi hari cuaca cenderung cerah berawan yang dapat disertai hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Hujan diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Pelalawan.
Sedangkan untuk siang hari cuaca diperdiksi cerah berawan namun berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Rokan Hulu dan Kota Dumai.
Sedangkan suhu udara diperkirakan berkisar 23.0 – 33.0 °C, kelembapan udara 60–95%, angin Tenggara – Barat Daya / 10 – 20 km/jam, dan visibility kota Pekanbaru berkisar 9 KM, Rengat 4 KM berpotensi hujan, Dumai 8 KM, Pelalawan 10 KM, dan Tambang 10 KM.
”Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai pada siang/sore dan malam hari,” ujarnya.(ayi)
Editor : Rindra Yasin